UNSURUNSUR
AGROSCIENCEAGROSCIENCEPenelitian tentang optimasi pemberian air irigasi tetes terhadap hasil tanaman buah tomat dilakukan pada bulan Desember 2012 hingga Februari 2013. Parameter yang diamati adalah bobot tomat yang diproduksi dan panjang akar tanaman setelah selesai berproduksi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial, yaitu waktu penyiraman dengan tiga perlakuan (pagi, sore, pagi sore) dan interval penyiraman dengan tiga perlakuan (1 hari, 2 hari, 4 hari), masing-masing dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyiraman pagi sore dengan interval 1 hari memberikan hasil produksi buah tomat yang paling besar. Sementara itu, waktu penyiraman sore dengan interval 4 hari memberikan hasil produksi buah tomat yang paling kecil. Semakin sering dilakukan penyiraman dengan jumlah sedikit demi sedikit, akan menghasilkan produk yang semakin besar.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu dan interval penyiraman atau pemberian air irigasi terhadap tanaman buah tomat akan berpengaruh terhadap produksi.Semakin sering dilakukan penyiraman dengan jumlah yang sedikit demi sedikit, akan menghasilkan produk yang semakin besar.Penanaman pada media tanam polybag/pot akan menghambat perkembangan akar.Waktu dan interval penyiraman atau pemberian air irigasi tidak mempengaruhi akar, terutama panjang akar.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh waktu dan interval penyiraman terhadap perkembangan akar tanaman tomat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada media tanam yang berbeda untuk melihat apakah ada perbedaan pengaruh waktu dan interval penyiraman terhadap produksi dan perkembangan akar. Terakhir, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan varietas tomat yang berbeda untuk melihat apakah ada variasi hasil produksi dan perkembangan akar yang signifikan.
| File size | 468.67 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STIEJBSTIEJB Data metode penelitian ini yang digunakan ialah data kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan dan teknologi pertanian terhadapData metode penelitian ini yang digunakan ialah data kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan dan teknologi pertanian terhadap
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Teknik pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang mana pelaksanaan tersebut berkaitan dengan pengumpulan dataTeknik pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang mana pelaksanaan tersebut berkaitan dengan pengumpulan data
UNUHAUNUHA Faktor pertama adalah umur bibit padi (U), yang terdiri atas tiga tingkat: U1 = 20 hari setelah semai (HST), U2 = 25 HST, dan U3 = 30 HST. Faktor keduaFaktor pertama adalah umur bibit padi (U), yang terdiri atas tiga tingkat: U1 = 20 hari setelah semai (HST), U2 = 25 HST, dan U3 = 30 HST. Faktor kedua
KOMPETIFKOMPETIF Penggunaan teknologi yang tepat, pemeliharaan yang rutin, dan manajemen yang efisien menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan hasil produksi. OlehPenggunaan teknologi yang tepat, pemeliharaan yang rutin, dan manajemen yang efisien menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan hasil produksi. Oleh
UPBUPB Produksi jagung manis nasional belum mampu untuk mencukupi kebutuhan dan permintaan pasar. Produksi jagung di Kalimantan Barat masih rendah dibandingkanProduksi jagung manis nasional belum mampu untuk mencukupi kebutuhan dan permintaan pasar. Produksi jagung di Kalimantan Barat masih rendah dibandingkan
SEMINAR IDSEMINAR ID Program ini memiliki kesesuaian yang baik dengan capaian pembelajaran financial technology. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pendekatanProgram ini memiliki kesesuaian yang baik dengan capaian pembelajaran financial technology. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan
SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH Mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam penelitian ini, adalah Saccharomyces cerevisiae. Mikroorganisme tersebut berada didalam ragi roti maupun ragi tape,Mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam penelitian ini, adalah Saccharomyces cerevisiae. Mikroorganisme tersebut berada didalam ragi roti maupun ragi tape,
UYPUYP Kualitas mutu jagung ditentukan oleh attribut varietas, panjang, bentuk, warna, rasa, teknik, musim, hama, PH dan mutu yang digunakan sebagai proses klasifikasiKualitas mutu jagung ditentukan oleh attribut varietas, panjang, bentuk, warna, rasa, teknik, musim, hama, PH dan mutu yang digunakan sebagai proses klasifikasi
Useful /
UNSURUNSUR Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi panjang akar, jumlahPenelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi panjang akar, jumlah
UNSURUNSUR Percobaan ditata menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan menggunakan empat varietas padi sawah, yaitu; Logawa, Silugonggo,Percobaan ditata menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan menggunakan empat varietas padi sawah, yaitu; Logawa, Silugonggo,
SEMINAR IDSEMINAR ID Partisipasi aktif dan umpan balik positif dari siswa menunjukkan tingginya antusiasme dan manfaat yang dirasakan selama kegiatan. Keterampilan yang diperolehPartisipasi aktif dan umpan balik positif dari siswa menunjukkan tingginya antusiasme dan manfaat yang dirasakan selama kegiatan. Keterampilan yang diperoleh
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Pengetahuan ibu hamil yang masih kurang akan berpengaruh pada tindakan ibu hamil dalam menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulutnya. Apabila pengetahuanPengetahuan ibu hamil yang masih kurang akan berpengaruh pada tindakan ibu hamil dalam menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulutnya. Apabila pengetahuan