UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Proses pembibitan albasia sering menghadapi masalah daya perkecambahan benih yang rendah, disebabkan oleh tekstur kulit biji yang liat, padat, dan kuat, yang menyulitkan proses imbibisi untuk memecahkan masa dormansi benih. Hal ini menyebabkan daya kecambah benih Albasia kurang dari 50%, yang berimplikasi pada kematian benih dan pemborosan karena perlu menyemai benih baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi perendaman Gibberelin terhadap akselerasi perkecambahan dan pemecahan dormansi albasia, menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Konsentrasi Gibberelin yang diberikan pada pembibitan adalah 0 ppm, 200 ppm, 250 ppm, 300 ppm, 350 ppm, dan 400 ppm. Hasil menunjukkan bahwa perendaman Gibberelin berpengaruh nyata dalam memecahkan masa dormansi, mempercepat perkecambahan, inisiasi kemunculan daun, dan tinggi bibit. Konsentrasi 300 ppm larutan Gibberelin memberikan hasil optimal dalam mematahkan masa dormansi, mempercepat inisiasi kemunculan organ-organ penting, dan pertumbuhan vegetatif.

Hasil observasi dan analisis statistik menunjukkan bahwa perendaman Gibberelin berpengaruh nyata dalam memecahkan masa dormansi, mempercepat perkecambahan, inisiasi kemunculan daun, dan tinggi bibit.Konsentrasi 300 ppm larutan Gibberelin memberikan hasil optimal dalam mematahkan masa dormansi, inisiasi kemunculan organ-organ penting, dan pertumbuhan vegetatif.Namun, konsentrasi berlebih (400 ppm) akan memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan bibit albasia.Untuk parameter bobot segar bibit tanaman albasia, konsentrasi 350 ppm dan 0 ppm menunjukkan pengaruh signifikan dari perlakuan lainnya, dengan bobot segar yang diduga disebabkan oleh peningkatan tinggi bibit dan biomasa bibit.

Untuk mencapai hasil yang optimal dan seimbang antara tinggi, berat bibit, dan mempercepat masa penyemaian bibit di lapangan, perlu memperhatikan ketersediaan unsur hara yang tersedia dalam tanah. Hal ini dikarenakan perpanjangan sel yang dipengaruhi oleh gibberelin akan berbanding terbalik dengan berat bibit, sehingga ketersediaan hara yang cukup dibutuhkan sebagai penyeimbang. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh konsentrasi gibberelin yang berbeda terhadap berbagai parameter pertumbuhan albasia, serta mengidentifikasi konsentrasi optimal untuk setiap parameter.

Read online
File size495.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test