UNSURUNSUR
AGROSCIENCEAGROSCIENCEBagi pengrajin tahu H. Mahpud di Langensari, keberadaan konsumen merupakan hal terpenting dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor‑faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan (pedagang tahu eceran) dan mengidentifikasi faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap loyalitas pelanggan di pabrik H. Mahpud dari November 2012 sampai Januari 2013. Metode yang digunakan adalah Analisis Jalur, dengan variabel independen harga, mutu produk, layanan/kebijakan, perilaku pelanggan, dan kepuasan pelanggan, serta variabel dependen loyalitas pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa model II diterima setelah diuji validitas dan reliabilitas, dimana faktor harga mempengaruhi sebesar 34,3 %, faktor mutu produk 1,9 %, faktor pelayanan/kebijakan -21,2 %, faktor perilaku pelanggan 45,1 %, dan faktor kepuasan pelanggan -45,9 %. Secara keseluruhan, variabel independen berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan sebesar 17,5 %. Dari semua variabel tersebut, hanya harga dan perilaku pelanggan yang berpengaruh secara individu pada loyalitas pelanggan.
Model analisis jalur yang diterima menjelaskan hubungan antar variabel dengan loyalitas pelanggan.Faktor perilaku pelanggan memberikan pengaruh paling besar (45,1 %) dibandingkan variabel lainnya.Secara keseluruhan, variabel independen menjelaskan 17,5 % variasi loyalitas pelanggan, menunjukkan perlunya memperhatikan harga dan perilaku pelanggan dalam strategi pemasaran.
Sebuah studi tindak lanjut dapat diajukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor eksternal seperti citra merek dan kebijakan pengiriman pada loyalitas pelanggan di industri tahu goreng, sehingga manajemen dapat merumuskan strategi pemasaran yang lebih komprehensif. Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel lebih besar dan metode analisis regresi berganda, guna memperoleh estimasi efek kuantitatif yang lebih akurat dan memperkuat generalisasi temuan. Selain itu, penelitian nasional perlu dilaksanakan untuk membandingkan peran variabel harga, mutu, pelayanan, perilaku pelanggan, dan kepuasan pelanggan di berbagai daerah, sehingga dapat dikembangkan model loyalitas pelanggan yang dapat diaplikasikan secara luas di industri makanan olahan.
| File size | 640.34 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PIPI Temuan menunjukkan bahwa meskipun inovasi digital diadopsi dalam layanan pelanggan, implementasinya dalam fungsi akuntansi inti dan tata kelola SyariahTemuan menunjukkan bahwa meskipun inovasi digital diadopsi dalam layanan pelanggan, implementasinya dalam fungsi akuntansi inti dan tata kelola Syariah
PIPI Analisis data ini membuktikan bahwa inovasi produk dan kepuasan pelanggan juga berpengaruh signifikan terhadap niat beli. Analisis data ini membuktikanAnalisis data ini membuktikan bahwa inovasi produk dan kepuasan pelanggan juga berpengaruh signifikan terhadap niat beli. Analisis data ini membuktikan
PIPI Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dijabarkan, maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Good CorporateBerdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dijabarkan, maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Good Corporate
STIALANSTIALAN Penelitian ini menghasilkan dokumen pedoman bagi aparat kelurahan dalam memberikan pelayanan berkualitas dan media informasi bagi masyarakat untuk meningkatkanPenelitian ini menghasilkan dokumen pedoman bagi aparat kelurahan dalam memberikan pelayanan berkualitas dan media informasi bagi masyarakat untuk meningkatkan
ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER Pengembangan berkelanjutan inovasi berbasis transformasi digital diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan mempertahankan daya saing di tengahPengembangan berkelanjutan inovasi berbasis transformasi digital diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan mempertahankan daya saing di tengah
USMUSM Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata kompetensi mekanik dari 45,0% pada tahap awal menjadi 85,0% setelahBerdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata kompetensi mekanik dari 45,0% pada tahap awal menjadi 85,0% setelah
UNITY ACADEMYUNITY ACADEMY Penelitian ini berhasil mengoptimalkan kinerja KNN dalam klasifikasi kualitas buah apel melalui penggunaan algoritma PSO. Kombinasi yang tepat dari ukuranPenelitian ini berhasil mengoptimalkan kinerja KNN dalam klasifikasi kualitas buah apel melalui penggunaan algoritma PSO. Kombinasi yang tepat dari ukuran
MDPMDP Mahasiswa KUKERTA UNRI membantu dalam memperkenalkan digital marketing dan melakukan bimbingan teknologi dalam pembuatan akun e‑commerce serta cara penggunaanMahasiswa KUKERTA UNRI membantu dalam memperkenalkan digital marketing dan melakukan bimbingan teknologi dalam pembuatan akun e‑commerce serta cara penggunaan
Useful /
UNSURUNSUR 0% dari total keberhasilan setting. Variabel bebas sebagai aspek teknis yang signifikan pada taraf nyata (α = 0. 15) secara parsial mempengaruhi jumlah0% dari total keberhasilan setting. Variabel bebas sebagai aspek teknis yang signifikan pada taraf nyata (α = 0. 15) secara parsial mempengaruhi jumlah
USMUSM Mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 159 Tahun 2004 tentang Pedoman Organisasi Kelurahan, kelurahan terdiri dari lurah, sekretaris kelurahanMengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 159 Tahun 2004 tentang Pedoman Organisasi Kelurahan, kelurahan terdiri dari lurah, sekretaris kelurahan
USMUSM Dengan menggunakan mixed methods desain embedded, data dikumpulkan melalui observasi praktik mengajar, wawancara, dan angket persepsi mahasiswa. HasilDengan menggunakan mixed methods desain embedded, data dikumpulkan melalui observasi praktik mengajar, wawancara, dan angket persepsi mahasiswa. Hasil
USMUSM Pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa secara signifikan dalam teknologi pascapanen, pemahaman pangan fungsional, dan pengolahanPelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa secara signifikan dalam teknologi pascapanen, pemahaman pangan fungsional, dan pengolahan