UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Ikan lampam yang tertangkap selama penelitian berjumlah 425 ekor terdiri atas 238 ekor (56%) ikan jantan dan 187 ekor (44%) ikan betina, panjang total berkisar antara 51-280 mm. Nisbah kelamin ikan jantan dan ikan betina 1,27:1. Pola pertumbuhan ikan lampam jantan dan betina adalah allometrik positif. Nilai kisaran faktor kondisi ikan lampam jantan (0,98–1,07) lebih besar daripada ikan betina (0,95–1,01). Ikan lampam jantan dan betina pertama kali matang gonad berada pada selang ukuran panjang 97–119 mm. Kisaran nilai IKG ikan betina lebih besar (0,863%-9,347%) daripada ikan jantan (0,506%-2,826%). Fekunditas ikan lampam berkisar antara 1.393-7.826 butir dan rata-rata fekunditas per ekor ikan 5.096 butir telur. Sebaran diameter telur ikan lampam membentuk satu puncak pada TKG III dan IV, dapat diduga bahwa pola pemijahannya bersifat total spawner.

Penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin ikan lampam di Sungai Musi seimbang, dengan jantan matang gonad pada 182 mm dan betina pada 156 mm, serta pola pemijahan total spawner dengan fekunditas 1393–7825 butir telur.Makanan utama ikan lampam adalah detritus, didukung oleh beragam organisme lain sebagai pelengkap dan tambahan.Adanya kesamaan makanan antarspesies menyebabkan persaingan dalam memanfaatkan sumber daya pakan.

Untuk memastikan keberlanjutan populasi ikan lampam di Sungai Musi, diperlukan pengembangan strategi pengelolaan yang berbasis ilmu pengetahuan. Salah satu arah penelitian yang penting adalah mengevaluasi secara mendalam efektivitas berbagai inovasi desain alat tangkap yang lebih selektif. Ini dapat mencakup studi perbandingan bagaimana ukuran mata jaring atau modifikasi alat tangkap tertentu mampu secara signifikan mengurangi penangkapan ikan lampam yang masih juvenil atau yang sedang dalam fase matang gonad, serta menganalisis dampak jangka panjang dari praktik penangkapan tersebut terhadap struktur demografi dan dinamika populasi ikan lampam secara keseluruhan. Selanjutnya, mengingat potensi domestikasi dan budidaya ikan lampam, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan protokol budidaya yang optimal dan efisien. Ini meliputi penyelidikan terhadap formulasi pakan buatan yang dapat meniru komposisi nutrisi dari makanan alami ikan lampam, serta eksperimen untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan terkontrol yang paling kondusif untuk mempercepat proses pematangan gonad dan memaksimalkan tingkat fekunditasnya, sehingga dapat mendukung produksi benih secara berkelanjutan. Terakhir, karena ditemukan adanya persaingan makanan antarindividu dan kelompok ukuran ikan lampam, studi ekologi yang lebih komprehensif diperlukan. Penelitian ini dapat menginvestigasi bagaimana dinamika persaingan pakan memengaruhi pertumbuhan, reproduksi, dan kelangsungan hidup ikan lampam di habitat alaminya, termasuk bagaimana faktor-faktor lingkungan seperti fluktuasi musim atau perubahan kualitas air Sungai Musi dapat memodifikasi ketersediaan sumber daya makanan dan pada akhirnya mengubah strategi adaptasi makan ikan tersebut.

Read online
File size753.9 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test