UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Penelitian ini mengkaji kelayakan penangkapan ikan dengan jaring payang di Palabuhanratu menggunakan model bioekonomi Gordon‑Schaefer selama periode 2006‑2010. Tujuan utama adalah mengestimasi laju pertumbuhan intrinsik (γ), koefisien kemampuan tangkap (q), dan daya dukung lingkungan (K); menghitung Maximum Sustainable Yield (MSY) melalui model Schaefer; serta menilai kelayakan bioekonomi jaring payang menggunakan model Gordon‑Schaefer. Hasil menunjukkan bahwa nilai MSY maksimum mencapai 4.437.605.179 kg/tahun dan 1.400 trip/tahun, sedangkan produksi aktual rata‑rata sebesar 807.603 kg/tahun. Analisis bioekonomi menghasilkan ketentuan produksi lestari (MSY) sebesar 243.7605.179 kg/tahun dan EMSY 1.800 trip/tahun, serta penangkapan optimum (MEY) sebesar 14.022.657.311 kg/tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik penangkapan jaring payang di Palabuhanratu belum berada di bawah batas MSY dan perlu pengelolaan yang lebih baik untuk memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter penangkapan (γ, q, K) terletak pada nilai yang memungkinkan pertumbuhan populasi ikan jaring payang tetap stabil.Nilai MSY yang dihitung lebih tinggi dibandingkan dengan produksi aktual, sehingga penangkapan saat ini masih berada di bawah batas maksimal yang dapat dipertahankan secara biologis.Namun, pemanfaatan sumber daya yang berlebihan telah menyebabkan penurunan efisiensi produksi, sehingga diperlukan penyesuaian effort agar tetap berada pada zona MSY.Oleh karena itu, pengelolaan perikanan jaring payang di Palabuhanratu harus menerapkan nilai MSY dan EMSY yang telah dihitung, dengan upaya optimal sekitar 1.800 trip per tahun, untuk menjaga kelestarian stok ikan dan keuntungan ekonomi nelayan.

Dalam rangka meningkatkan keberlanjutan perikanan jaring payang di Palabuhanratu, saran penelitian lanjutan meliputi: (1) meneliti dampak penggunaan teknologi pengelolaan upaya seperti sensor kecepatan arus laut dan penggunaan aplikasi data real‑time untuk mengoptimalkan effort sehingga tercapai keseimbangan antara produksi dan keberlanjutan; (2) mengkaji efektivitas kebijakan regulasi batas trip per tahun dan zona larangan jaring payang dengan memantau komposisi spesies dan biomassa stok di setiap zona secara berkala; dan (3) mengevaluasi potensi diversifikasi usaha nelayan melalui pelatihan konversi produk sampingan jaring payang menjadi komoditas bernilai tambah, guna meningkatkan pendapatan ekonomis tanpa meningkatkan tekanan eksploitatif pada stok ikan.

Read online
File size947.91 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test