UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Program pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Untuk mengetahui sejauh mana peran serta perempuan dan manfaat yang dirasakan oleh peserta kegiatan maka dilakukan penelitian mengenai peran serta perempuan dalam Program Terpadu P2WKSS Pokja III yang dilaksanakan di Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dimana data primer maupun sekunder yang telah terkumpul diolah untuk dianalisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta perempuan dalam Program Terpadu P2WKSS Pokja III masih rendah atau minim dikarenakan waktu pelaksanaan penyuluhan atau pembinaan tidak sesuai dan rendahnya tingkat pendidikan serta modal yang dimiliki. Peran responden hanya sebatas anggota, namun tingkat motivasi dan manfaat yang dirasakan sudah cukup tinggi. Manfaat yang dirasakan oleh responden dari program ini berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Untuk meningkatkan peran serta hendaknya lebih melibatkan responden dalam setiap tahapan pelaksanaan, mulai dari perencanaan sampai dengan proses evaluasi.

Peran serta perempuan dalam Program Terpadu P2WKSS Pokja III masih rendah karena waktu pelaksanaan penyuluhan tidak sesuai dengan kegiatan harian responden, serta rendahnya tingkat pendidikan dan modal.Meskipun peran terbatas menjadi anggota, motivasi responden cukup tinggi dan manfaat yang dirasakan cukup besar, terutama pada kegiatan penertiban pembuangan sampah rumah tangga.Untuk memperbaiki situasi, disarankan penyesuaian jadwal pelaksanaan penyuluhan dengan kegiatan harian responden, pengembangan kapasitas ekonomi dan pendidikan perempuan, serta pemeliharaan program secara berkelanjutan agar manfaat tetap terjaga.

Melihat keterbatasan waktu penyuluhan yang tidak sejalan dengan aktivitas harian petani, penelitian selanjutnya dapat meneliti efektivitas model penyuluhan fleksibel berbasis mobile yang dapat diakses kapan saja, sehingga partisipasi perempuan dapat meningkat. Selanjutnya, karena rendahnya tingkat pendidikan dan modal, studi lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendampingan micro‑finance terhadap peningkatan partisipasi aktif perempuan dalam program pemberdayaan, sekaligus mengukur perubahan tingkat kesejahteraan keluarga. Akhirnya, guna memastikan keberlanjutan program, penelitian berikutnya dapat membandingkan hasil intervensi program P2WKSS yang diadakan secara berkelanjutan selama tiga tahun berturut-turut dengan yang hanya satu tahun, dengan fokus pada sustainability dan transfer pengetahuan ke generasi berikutnya.

Read online
File size383.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test