UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Cymbidium mosaic virus (CyMV) merupakan salah satu virus patogen dominan yang infeksi tanaman anggrek di dunia. Deteksi infeksi CyMV dapat dilakukan dengan metode DAS‑ELISA, namun untuk konfirmasi lebih lanjut pola pita protein virus dapat dipisahkan menggunakan elektroforesis gel komposit. Penelitian ini bertujuan membedakan pola pita protein tanaman anggrek Dendrobium yang sehat dengan tanaman yang terinfeksi CyMV. Metode elektroforesis gel komposit dengan konsentrasi akrilamid 2% dan agarosa 0,5% berhasil memisahkan pita protein CyMV dengan berat molekul sekitar 28 kDa pada sampel tanaman dan PLBS (protocorm‑like bodies) yang positif. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik elektroforesis gel komposit dapat menjadi metode diagnostik tambahan yang efektif untuk identifikasi virus pada tanaman anggrek, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas.

Analisis pita protein CyMV pada tanaman anggrek Dendrobium dan PLBS D.Jayakarta dapat dilakukan dengan teknik elektroforesis komposit.Tanaman yang sakit atau positif terinfeksi CyMV memiliki pita protein dengan berat molekul sekitar 28 kDa.Tanaman sehat maupun PLBS bebas CyMV, setelah perlakuan antiviral ribavirin 30 ppm, tidak menunjukkan pita protein sekitar 28 kDa.

Sebelum memulai, lakukan perbandingan sensitivitas elektroforesis gel komposit dengan metode RT‑PCR pada sampel kecil untuk menentukan batas deteksi optimal; Lanjutkan penelitian dengan memperluas jenis varietas Dendrobium dan PLBS lainnya guna memetakan variasi pola pita protein virus, sehingga dapat diidentifikasi potensi resistensi genetik; Akhirnya, teliti dampak penggunaan ribavirin pada pertumbuhan dan kualitas benih anggrek dengan kontrol dosis yang berbeda serta waktu aplikasi, sehingga dapat dikembangkan strategi pestisida yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Read online
File size481.79 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test