APTKLHIAPTKLHI
Indonesian Journal of Forestry ResearchIndonesian Journal of Forestry ResearchPERTUMBUHAN AWAL JABON (Anthocephalus cadamba Miq.) PADA LAHAN GAMBUT YANG DIDRAINASE DI PELALAWAN, RIAU. Dorongan untuk mencari jenis pohon sebagai pengganti A. crassicarpa di hutan tanaman semakin meningkat. Salah satu informasi awal yang perlu diketahui adalah mengenai pertumbuhan calon pohon yang akan dipilih pada kondisi pertanaman yang sama dengan A. crassicarpa. Penelitian ini mengevaluasi pertumbuhan jabon (A. cadamba) dan hubungannya dengan sifat tanah di lahan gambut yang didrainase. Penelitian dilakukan dengan membangun plot eksperimen penanaman jabon di lahan gambut yang didrainase, menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga jarak tanam (2 x 2 m; 2,5 x 3 m; 3 x 3 m) sebagai perlakuan dan diulang sebanyak tiga blok ulangan. Parameter yang diamati meliputi kemampuan hidup, pertumbuhan dan sifat kimia tanah. Sampai umur 24 bulan setelah tanam (BST), jabon menunjukkan tingkat kematian yang tinggi (62%) dan rerata pertumbuhan yang lambat (tinggi 259 cm dan diameter 3,74 cm) di lahan gambut yang didrainase dikarenakan salah satunya oleh keracunan hara mikro berlebih. Meskipun demikian, sebanyak 7% jabon mempunyai pertumbuhan tinggi yang baik pada umur 24 BST, yakni berkisar 401–660 m. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan jabon tidak menunjukkan pertumbuhan yang baik di lahan gambut yang didrainase. Namun, adanya sebagian jabon (7%) yang menunjukkan performa yang menjanjikan; maka melalui program pemuliaan pohon dan perlakuan silvikultur untuk mengatasi permasalahan keracunan hara mikro berlebih dan tekanan gulma, nampaknya jabon masih berpeluang untuk dikembangkan di lahan gambut yang didrainase. diharapkan jenis ini dapat dikembangkan melalui program pemuliaan pohon dan perlakuan silvikultur untuk mengatasi permasalahan keracunan hara mikro berlebih dan tekanan gulma.
Penelitian ini merupakan studi pertama yang mengevaluasi kinerja pertumbuhan jabon (Anthocephalus cadamba) di lahan gambut yang didrainase untuk perkebunan pulpwood, memberikan data tentang tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, serta sifat tanah dan hubungannya dengan pertumbuhan.Hasil menunjukkan bahwa secara umum jabon menunjukkan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang rendah di lahan tersebut akibat penggunaan bibit tidak terpilih, penindasan gulma setelah 12 bulan, serta toksisitas aluminium, besi, dan mangan, namun terdapat 7 % individu dengan pertumbuhan menjanjikan (peningkatan tinggi >2 m/tahun).Temuan ini menekankan pentingnya program pemuliaan pohon untuk meningkatkan kualitas bibit jabon yang dapat beradaptasi pada kondisi lahan gambut yang didrainase.
Penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada penyaringan dan pemilihan genotipe jabon yang memiliki toleransi tinggi terhadap toksisitas aluminium, besi, dan mangan dengan melakukan uji ulangan di lahan gambut yang didrainase, guna menghasilkan bibit unggul yang lebih adaptif. Selanjutnya, perlu diinvestigasi efektivitas kombinasi amendemen tanah (seperti kapur, silikon, dan kompos) bersama inokulasi mikoriza arbuskular dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup jabon, dengan mengukur perubahan sifat kimia tanah serta respon fisiologis tanaman. Terakhir, studi jangka panjang mengenai strategi pengendalian gulma—misalnya frekuensi, intensitas, dan durasi penyiangan—harus dilakukan hingga umur panen untuk menentukan praktik manajemen terbaik yang dapat meminimalkan kompetisi gulma dan memaksimalkan produksi jabon pada lahan gambut yang didrainase.
| File size | 460.81 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Metode pendekatan mencakup survei lapangan, observasi masalah, perancangan prototipe cultivator (komponen: rangka, shaft, roda, dll. ), serta pendampinganMetode pendekatan mencakup survei lapangan, observasi masalah, perancangan prototipe cultivator (komponen: rangka, shaft, roda, dll. ), serta pendampingan
UNIKSUNIKS Peningkatan permintaan minyak kelapa sawit telah mendorong perluasan lahan pertanian, termasuk pemanfaatan lahan marginal seperti tanah Dystrudepts, yangPeningkatan permintaan minyak kelapa sawit telah mendorong perluasan lahan pertanian, termasuk pemanfaatan lahan marginal seperti tanah Dystrudepts, yang
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Gunungsewu merupakan salahsatu wilayah yang memiliki landscape karst terluas kedua di Indonesia. Keberagaman morfologi di wilayah perbukitan karst menjadikanGunungsewu merupakan salahsatu wilayah yang memiliki landscape karst terluas kedua di Indonesia. Keberagaman morfologi di wilayah perbukitan karst menjadikan
APTKLHIAPTKLHI Hutan rawa gambut yang terdapat di Indonesia menjadi isu besar setelah 33% dari 2,4 juta hektar terbakar pada tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalahHutan rawa gambut yang terdapat di Indonesia menjadi isu besar setelah 33% dari 2,4 juta hektar terbakar pada tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah
UNTAG SMDUNTAG SMD Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 = komposPerlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 = kompos
IPBIPB Model distribusi spesies dikembangkan menggunakan MaxEnt ver. 3. 4. 4, menghasilkan nilai AUC 0,887 dengan deviasi standar ±0,019, mengindikasikan modelModel distribusi spesies dikembangkan menggunakan MaxEnt ver. 3. 4. 4, menghasilkan nilai AUC 0,887 dengan deviasi standar ±0,019, mengindikasikan model
UMJ PremiumUMJ Premium Alternatif lain untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada kestabilan tanah adalah menggunakan bahan stabilisasi yaitu Ecocure21. Ecocure21 merupakanAlternatif lain untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada kestabilan tanah adalah menggunakan bahan stabilisasi yaitu Ecocure21. Ecocure21 merupakan
UMPRUMPR Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam dosis 20 ton ha-1 sampai 40 ton ha-1 mampu mendukung peningkatan dinamika pertumbuhanHasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam dosis 20 ton ha-1 sampai 40 ton ha-1 mampu mendukung peningkatan dinamika pertumbuhan
Useful /
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Metode meliputi survei lapangan, perancangan prototipe (power pack 50L, motor 2HP), fabrikasi, uji coba 5 kali, implementasi, serta pelatihan operasi-perawatanMetode meliputi survei lapangan, perancangan prototipe (power pack 50L, motor 2HP), fabrikasi, uji coba 5 kali, implementasi, serta pelatihan operasi-perawatan
JIS INSTITUTEJIS INSTITUTE (c) Globalisasi telah meningkatkan kebutuhan kompetensi lintas budaya dan perspektif internasional dalam BME, mendorong institusi untuk memperluas jangkauan(c) Globalisasi telah meningkatkan kebutuhan kompetensi lintas budaya dan perspektif internasional dalam BME, mendorong institusi untuk memperluas jangkauan
IPBIPB Status ini tercapai karena dasar hukum untuk pengelolaan konservasi belum sepenuhnya diselesaikan, sehingga beberapa kegiatan pengelolaan belum dapat dilaksanakanStatus ini tercapai karena dasar hukum untuk pengelolaan konservasi belum sepenuhnya diselesaikan, sehingga beberapa kegiatan pengelolaan belum dapat dilaksanakan
IPBIPB Strategi pengembangan harus melibatkan peran aktif pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat lokal. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkanStrategi pengembangan harus melibatkan peran aktif pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat lokal. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkan