UYPUYP

Teknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi PertanianTeknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian

Mie basah adalah produk pangan berbahan dasar terigu yang dicetak memanjang kemudian direbus dan mengandung air hingga 52%. Mie basah yang beredar di pasaran mengandung zat gizi yang rendah, sehingga dilakukan penelitian untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini memanfaatkan sukun sebagai bahan pensubstitusi terigu dan okra yang memiliki kemampuan sebagai bahan pengikat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui adanya pengaruh penggunaan tepung sukun dan gel okra hijau terhadap kualitas kimia, fisik, mikrobiologi dan organoleptik mie basah serta mengetahui konsentrasi terbaik terhadap kualitas mie basah penggunaan tepung sukun dan gel okra hijau. Manfaat penelitian ini yaitu menghasilkan mie basah dengan kandungan gizi yang lebih baik terutama kadar serat yang lebih tinggi dan mengurangi penggunaan terigu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 taraf perlakuan perbandingan tepung sukun dan gel okra hijau yaitu 0:0 (K), 10:10 (A), 20:20 (B) dan 30:30 (C). Penelitian ini menganalisis kualitas mie basah berdasarkan parameter kimia, fisik, mikrobiologi dan organoleptik. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa mie basah memiliki kadar air berkisar 31,33 - 47,6%, kadar abu berkisar 1,03 - 2,7%, kadar protein berkisar 7,54 - 10,19%, kadar serat tidak larut berkisar 7,7 - 9,03%, kadar serat larut berkisar 5,5 - 6,3%, cooking loss berkisar 6,50 - 7,71%, tensile strength berkisar 0,013 - 0,019%, angka lempeng total dan angka kapang khamir memenuhi syarat mutu mie basah dalam SNI 2987-2015. Mie basah dengan kualitas terbaik ditunjukkan pada perlakuan 30:30.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi tepung sukun dan gel okra hijau berpengaruh terhadap kualitas kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik mie basah.Konsentrasi terbaik substitusi tepung sukun dan gel okra hijau terhadap kualitas mie basah adalah 30.Mie basah dengan perbandingan tersebut memiliki rasa dan tekstur yang paling disukai oleh panelis.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan formulasi mie basah dengan memanfaatkan varietas sukun dan okra yang berbeda untuk mengoptimalkan kandungan nutrisi dan karakteristik sensorik. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi penambahan bahan-bahan alami lain, seperti ekstrak rempah-rempah atau sayuran, untuk meningkatkan nilai gizi dan fungsional mie basah. Terakhir, penelitian mengenai umur simpan dan metode pengemasan yang tepat untuk mie basah dengan substitusi tepung sukun dan gel okra perlu dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk selama penyimpanan dan distribusi, sehingga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan memberikan alternatif pangan yang lebih sehat dan bergizi.

  1. Evaluation of Fatty Acid and Amino Acid Compositions in Okra (Abelmoschus esculentus) Grown in Different... hindawi.com/journals/bmri/2013/574283Evaluation of Fatty Acid and Amino Acid Compositions in Okra Abelmoschus esculentus Grown in Different hindawi journals bmri 2013 574283
Read online
File size587.67 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test