UNISBA BLITARUNISBA BLITAR

VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu PertanianVIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bahan aktif biofungisida Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram dan Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit bercak ungu di tanaman bawang merah dataran tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai Januari 2022 di Desa Wonodoyo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali dengan jenis tanah lithosol coklat. Metode penelitian yang digunakan merupakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan konsentrasi biofungisida yang berbeda. Perlakuan konsentrasi yang digunakan adalah 1,5 gram / liter (E1), 1,25 gram/liter (E2), 1,0 gram / liter (E3), 0,75 gram / liter (E4), dan perlakuan petani/control (E0). Dengan uji lanjut menggunakan uji DMRT taraf 5% dan 1 %. Hasil analisis menghasilkan bahwa perlakuan konsentrasi bahan aktif biofungisida Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram dan Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram menunjukan pengaruh yang sangat nyata terhadap pengamatan intensitas serangan alternaria porri, berat brangkasan basah, berat brangkasan basah, brangkasan kering, berat umbi kering, dan jumlah daun. Tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman bawang merah. Level efektivitas bahan aktif biofungisida Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram dan Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram terhadap parameter intensitas serangan alternaria porri terbaik diaplikasikan perlakuan konsentrasi 1,50 gram/liter (E1), dengan tingkat efikasi sebesar 76,19 %. Kata kunci: bawang merah, biofungisida, Streptomyces, Geobacillus, Alternaria porri.

Hasil analisis menunjukkan perlakuan berbagai konsentrasi biofungisida Streptomyces sp dan Geobacillus sp memberi pengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan Alternaria porri, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, dan berat umbi kering pada tanaman bawang merah, namun tidak mempengaruhi tinggi tanaman maupun jumlah daun.Intensitas serangan terendah terjadi pada perlakuan 1,50 gram/liter (E1) dengan tingkat efikasi 76,19 %.Oleh karena itu, penggunaan biofungisida dengan konsentrasi 1,50 gram/liter terbukti paling efektif mengendalikan bercak ungu di dataran tinggi.

Untuk mengembangkan solusi pengendalian bercak ungu yang lebih berkelanjutan, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga langkah.. Pertama, mengevaluasi efektivitas kombinasi biofungisida Streptomyces sp dan Geobacillus sp dengan mikroflora tanah lain, misalnya Trichoderma spp., dalam uji pot dan lapangan kecil, guna memeriksa sinergi yang mungkin meningkatkan kontrol penyakit.. Kedua, menambah variasi perlakuan konsentrasi serta frekuensi aplikasi pada beberapa varietas bawang merah yang berbeda di dataran tinggi, sehingga dapat diaplikasikan regimen optimal yang mempertimbangkan kondisi fisiologi tanaman, stress iklim, dan harga produksi.. Ketiga, mengamati reaksi sistemik tanaman terhadap paparan lebih lama dan wabah Alternaria porri pada musim hujan atau kemarau, sekaligus memantau munculnya potensi resistensi patogen yang dapat mempengaruhi efektivitas biofungisida.. Melalui pendekatan ini, dapat diperoleh data tentang mekanisme interaksi antara mikroorganisme antagonis, patogen dan host serta dampaknya terhadap yield, sehingga strategi pengendalian biologis dapat dioptimalkan untuk praktik pertanian berkelanjutan.. Selanjutnya, evaluasi dampak lingkungan dari penggunaan biofungisida tersebut, termasuk perubahan mikrofauna tanah, kualitas tanah, serta potensi residu biokemikal, harus menjadi bagian integral studi.. Kadang-kadang, penambahan tentang bekas mikroorganisme patogen dan tidak patogen juga penting untuk memastikan kesetaraan ekosistem tanah.. Analisis ekonomi sederhana dapat menunjukkan biaya aplikasi dibandingkan dengan kemiskinan minor.. Terakhir, pengujian skala pasar dengan pelaku petani sebagai peserta dapat memperlihatkan tingkat adopsi produk dan tantangan implementasi.. Penelitian semacam ini berpotensi menghasilkan pedoman yang lebih komprehensif bagi petani bawang merah di dataran tinggi agar dapat mengendalikan bercak ungu secara efektif dan ramah lingkungan.

  1. #bauran pemasaran#bauran pemasaran
  2. #analisis usaha#analisis usaha
Read online
File size206.65 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1O6
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test