UNITAS PDGUNITAS PDG
Jurnal EmbrioJurnal EmbrioTujuan dalam percobaan ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk kompos dengan bioaktivator Trichoderma sp terhadap pertumbuhan dan hasil tomat (Lycopersicum esculentum L.). Percobaan ini telah dilakukan dari November 2024 sampai April 2025 di Desa Sanggaran Agung Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci. Percobaan dilakukan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari satu faktor yaitu dosis kompos dengan enam taraf yaitu 0 ton/ha, 3 ton/ha, 6 ton/ha, 9 ton/ha, 12 ton/ha, dan 15 ton/ha. Masing‑masing perlakuan terdiri dari empat ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis ragam, kemudian diuji lanjut dengan uji Duncan New Multiple Range Test pada taraf 5%. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa dosis kompos dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dengan dosis terbaik yaitu 15 ton/ha.
Dosis kompos 15 ton/ha meningkatkan pertumbuhan, tinggi tanaman, jumlah dan berat buah serta produksi per plot dan per hektar, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap umur mulai berbunga, umur panen pertama, dan tingkat serangan penyakit.Oleh karena itu, penggunaan kompos yang diperkaya Trichoderma sp pada dosis tersebut direkomendasikan untuk meningkatkan hasil tomat.Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengevaluasi efek bioaktivator terhadap ketahanan penyakit dan parameter fisiologis lainnya.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbedaan spesies Trichoderma dalam meningkatkan ketahanan tomat terhadap penyakit daun, sehingga dapat menentukan strain paling efektif untuk aplikasi lapangan; selanjutnya, penting untuk menyelidiki waktu aplikasi kompos yang diperkaya Trichoderma, apakah penerapan sebelum penanaman atau selama fase pertumbuhan memberikan efek yang berbeda terhadap hasil dan kualitas buah; terakhir, analisis biaya‑manfaat serta dampak lingkungan dari penggunaan skala besar kompos bioaktif di berbagai zona agroekologi akan membantu petani dan pembuat kebijakan menilai kelayakan adopsi teknologi ini secara berkelanjutan. Semua kajian tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis yang mudah dipahami dan diimplementasikan oleh petani serta mendukung peningkatan produktivitas tomat secara berkelanjutan.
| File size | 475.6 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
HAMZANWADIHAMZANWADI Guru sebagai fasilitator harus memiliki keterampilan di bidang teknologi dan dalam menciptakan model-model pembelajaran yang menyenangkan yang dapat memfasilitasiGuru sebagai fasilitator harus memiliki keterampilan di bidang teknologi dan dalam menciptakan model-model pembelajaran yang menyenangkan yang dapat memfasilitasi
HAMZANWADIHAMZANWADI Melihat realitas inilah perlunya perubahan dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampinganMelihat realitas inilah perlunya perubahan dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan
CCRJOURNALCCRJOURNAL Selain itu, Trichoderma sp. secara efektif menguraikan residu glifosat dan sikpermethrin hingga masing‑masing 99,96 % dan 99,48 %. Temuan ini menegaskanSelain itu, Trichoderma sp. secara efektif menguraikan residu glifosat dan sikpermethrin hingga masing‑masing 99,96 % dan 99,48 %. Temuan ini menegaskan
UPBUPB Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli sayuran kacang panjang. Data yang dikumpulkan diolah, disusun, dianalisis, dan disimpulkanResponden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli sayuran kacang panjang. Data yang dikumpulkan diolah, disusun, dianalisis, dan disimpulkan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Perlakuan terdiri dari 100% pemberian pupuk anorganik NPK, (P1); Trichoderma sp 10ml/liter air 50% pupuk NPK, (P2); Trichoderma sp 13 ml/liter air 50%Perlakuan terdiri dari 100% pemberian pupuk anorganik NPK, (P1); Trichoderma sp 10ml/liter air 50% pupuk NPK, (P2); Trichoderma sp 13 ml/liter air 50%
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Tahap persiapan meliputi pengapasitasan masyarakat dengan sains sampah dan teknik pemberdayaan. Tahap instalasi melibatkan koordinasi tiga arah yaitu antaraTahap persiapan meliputi pengapasitasan masyarakat dengan sains sampah dan teknik pemberdayaan. Tahap instalasi melibatkan koordinasi tiga arah yaitu antara
UBTUBT Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat agar masyarakat bisa mempraktekkan pembuatan komposter dimana saja dan menggunakan peralatan yangKegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat agar masyarakat bisa mempraktekkan pembuatan komposter dimana saja dan menggunakan peralatan yang
SEMINAR IDSEMINAR ID Tujuan pembuatan LRB yaitu untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sehingga lingkungan menjadi sehat, hijau, dan lestari. Target luaranTujuan pembuatan LRB yaitu untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sehingga lingkungan menjadi sehat, hijau, dan lestari. Target luaran
Useful /
CCRJOURNALCCRJOURNAL Observasi mengidentifikasi 35 morfospecies serangga dari 30 famili serta delapan morfospecies non‑serangga, yang menekankan keragaman fungsional komunitasObservasi mengidentifikasi 35 morfospecies serangga dari 30 famili serta delapan morfospecies non‑serangga, yang menekankan keragaman fungsional komunitas
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Temuan ini menegaskan bahwa pupuk NPK memberikan ketersediaan unsur hara makro yang cepat diserap dan sangat mendukung pertumbuhan vegetatif rumput. Namun,Temuan ini menegaskan bahwa pupuk NPK memberikan ketersediaan unsur hara makro yang cepat diserap dan sangat mendukung pertumbuhan vegetatif rumput. Namun,
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Perlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan, dengan hasil terbaik diperolehPerlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan, dengan hasil terbaik diperoleh
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktorial, diulang 4 kali dan masing-masing ulangan terdapat 5 sampel. Adapun perlakuannyaMetode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktorial, diulang 4 kali dan masing-masing ulangan terdapat 5 sampel. Adapun perlakuannya