UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Desa Sengkol merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Secara geografis, letak Desa Sengkol sangat strategis karena termasuk salah satu desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, dengan ditetapkannya Mandalika sebagai KEK Mandalika berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh desa yaitu permasalahan lingkungan, hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, disamping itu sarana prasarana seperti armada pengangkut sampah serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) masih sangat terbatas. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos organik cair (POC) dan bokashi. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan masyarakat Desa Sengkol dalam membuat pupuk organik cair dan bokashi menggunakan sampah organik rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu tahap pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi atau pengecekan. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat Desa Sengkol khususnya Dusun Sengkol 1 dan 4 memiliki pengetahuan tentang pengolahan sampah dimana masyarakat sudah mampu memilah sampah rumah tangga dan mengolahnya menjadi pupuk kompos cair dan bokashi. Untuk mempercepat proses penguraian atau fermentasi pupuk membutuhkan cairan EM4. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos merupakan langkah tepat dalam menanggulangi permasalahan sampah rumah tangga yang ada di Desa Sengkol. Sampah bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan kedepannya masyarakat Desa Sengkol berkomitmen dalam mengembangkan pupuk kompos dari sampah organik sebagai upaya berkelanjutan dari program pengabdian masyarakat.

Kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos bokashi dan pupuk organik cair (POC) mendapatkan respons positif dari masyarakat, terlihat dari partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga dari rumah.Kegiatan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan lingkungan yang masih menjadi masalah serius di Desa Sengkol.Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar, sehingga paradigma lama dalam penanganan sampah dapat berganti menjadi pendekatan baru berbasis pengurangan dan pengolahan sampah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pupuk kompos bokashi dan POC hasil olahan sampah rumah tangga terhadap pertumbuhan tanaman pangan lokal di Desa Sengkol untuk mengetahui potensi penggunaan pupuk tersebut dalam pertanian berkelanjutan. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut mengenai penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga secara mandiri, termasuk pembuatan unit pengolahan kompos skala kecil di setiap rumah, untuk melihat kelayakan teknis, ekonomi, dan partisipasi masyarakat dalam jangka panjang. Ketiga, diperlukan studi tentang integrasi kegiatan pengolahan sampah organik dengan program edukasi lingkungan di sekolah-sekolah Desa Sengkol, untuk mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan perilaku peduli lingkungan sejak dini dan keberlanjutan program pemanfaatan sampah. Ketiga ide penelitian ini dapat saling melengkapi untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri, edukatif, dan berkelanjutan di tingkat desa, sekaligus mendukung pengembangan Desa Sengkol sebagai desa penyangga KEK Mandalika yang ramah lingkungan.

Read online
File size573.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test