ARIPAFIARIPAFI
Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan KatolikNubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan KatolikPenelitian ini berfokus pada pengaruh Internet dan media sosial terhadap sentralisasi kesucian di kalangan pemuda Paroki Santo Vinsensius A Paulo Malang. Pengamatan penulis terhadap beberapa fenomena manusia yang mengalami krisis iman akibat media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah kuesioner. Pendekatan kualitatif seperti ini dipilih karena penulis beranggapan bahwa dengan menggunakan pendekatan ini dimungkinkan untuk menggambarkan permasalahan yang diteliti secara keseluruhan. Penulis menyebarkan empat belas (14) kuesioner. Pertanyaan ini terbagi menjadi dua bagian, pertanyaan pertama dijawab langsung, pertanyaan kedua dijawab dengan penjelasan singkat. Materi penelitian disebarkan kepada OMK (Pemuda Katolik) Paroki St Vincentius A Paulo Malang. Proses dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data interaktif model Miles dan Huberman. Analisisnya terdiri dari empat langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kekudusan Kaum Muda Katolik, Identitas Kaum Muda Katolik, dan Dampak Internet terhadap Temuan Penelitian Kaum Muda Katolik.
Dari hasil penelitian kaum muda Paroki Santo Vincentius a Paulo, Malang mengalami kegoncangan semenjak internet berkembang, namun internet ini juga dijadikan sebagai sarana untuk mencapai kekudusan.Dampak yang dialami cukup besar dan bahkan membuat anak muda candu.Namun dampak itu bisa terjadi karena kurang pendampingan orang tua terhadap pertumbuhan iman anak-anaknya.Dapat ditegaskan bahwa media sosial sebagai sarana orang muda untuk mencapai kekudusan.Hal ini bisa terjadi karena orang muda dipermudah oleh internet dan bisa berdamai dengan perkembangan zaman yang serba modern.Kekudusan bisa dicapai karena kekudusan ini menyangkut keintiman dan relasi manusia dengan Tuhan.Media sosial bukan tantangan namun sarana untuk mencapai kekudusan.Hal ini bisa terjadi karena orang muda menggunakan internet sebagai wadah untuk mencari informasi tentang keagamaan.Zaman yang berubah tidak menjadi masalah karena iman yang sesungguhnya adalah relasi personal dengan Tuhan.Dapat ditegaskan yang berubah adalah cara orang muda untuk mengekspresikan imannya kepada Tuhan.Orang muda dapat mencapai kekudusan lewat media sosial, dengan cara menonton konten yang bernuansa agama Katolik.Media sosial sebagai sarana komunikasi dan informasi yang cepat untuk menyebarkan Sabda Allah di era digital.
Berdasarkan latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hasil penelitian, dan keterbatasan yang ada, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. **Pengembangan Model Literasi Digital Keagamaan:** Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model literasi digital keagamaan yang spesifik untuk kaum muda Katolik. Model ini harus mencakup kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan salah, mengidentifikasi bias dalam konten online, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab untuk memperkuat iman dan nilai-nilai Katolik. Penelitian ini dapat melibatkan pengembangan modul pelatihan dan evaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku kaum muda di media sosial.. . 2. **Pengaruh Konten Kreator Katolik di Media Sosial:** Penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh konten kreator Katolik di media sosial terhadap pertumbuhan iman dan praktik keagamaan kaum muda. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konten kreator dapat menggunakan berbagai format media (video, audio, tulisan) untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dan menarik bagi kaum muda, serta bagaimana konten tersebut memengaruhi perilaku dan identitas keagamaan mereka. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi gereja dan konten kreator Katolik dalam mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif.. . 3. **Hubungan antara Penggunaan Media Sosial dan Kualitas Hubungan Sosial:** Penelitian dapat meneliti lebih lanjut mengenai hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kualitas hubungan sosial kaum muda Katolik. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengurangi interaksi tatap muka dan memperlemah ikatan sosial dalam komunitas gereja, atau sebaliknya, apakah media sosial dapat memperluas jaringan sosial dan memperkuat rasa kebersamaan di antara kaum muda. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak media sosial terhadap kehidupan sosial dan spiritual kaum muda Katolik.
| File size | 622.78 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
BIMABERILMUBIMABERILMU Hal ini terlihat dari meningkatnya kedisiplinan anak-anak dalam berdoa, tumbuhnya kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan derma, meningkatnya semangatHal ini terlihat dari meningkatnya kedisiplinan anak-anak dalam berdoa, tumbuhnya kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan derma, meningkatnya semangat
BIMABERILMUBIMABERILMU Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran sejarah berbasis kota dan wisata edukasi berkelanjutan. PenelitianImplikasi penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran sejarah berbasis kota dan wisata edukasi berkelanjutan. Penelitian
BIMABERILMUBIMABERILMU Soal ini dikategorikan sebagai tingkat kesukaran sedang, karena rentangnya berada antara interpretasi susah dan mudah. Soal ini tergolong dalam kategoriSoal ini dikategorikan sebagai tingkat kesukaran sedang, karena rentangnya berada antara interpretasi susah dan mudah. Soal ini tergolong dalam kategori
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Para informan mengakui iman yang diajarkan kepada anak dalam keluarga terbukti berpengaruh secara signifikan dalam membentuk sikap kasih sayang anak kepadaPara informan mengakui iman yang diajarkan kepada anak dalam keluarga terbukti berpengaruh secara signifikan dalam membentuk sikap kasih sayang anak kepada
STFTKIJNESTFTKIJNE Tujuan penulisan adalah untuk mengevaluasi relevansi dan efektivitas teori ini dalam menciptakan proses pembelajaran yang mendukung pertumbuhan spiritualTujuan penulisan adalah untuk mengevaluasi relevansi dan efektivitas teori ini dalam menciptakan proses pembelajaran yang mendukung pertumbuhan spiritual
STFTKIJNESTFTKIJNE Keteladanan guru sekolah minggu memiliki peranan penting dalam membentuk spiritualitas anak karena pada masa kanak-kanak, proses pembelajaran iman lebihKeteladanan guru sekolah minggu memiliki peranan penting dalam membentuk spiritualitas anak karena pada masa kanak-kanak, proses pembelajaran iman lebih
STFTKIJNESTFTKIJNE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi pustaka. HasilPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi pustaka. Hasil
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Gereja Katolik mengajarkan bahwa tujuan dari seksualitas manusia adalah persatuan dan prokreasi. Karena itu, dalam moralitas seksual, Gereja Katolik menolakGereja Katolik mengajarkan bahwa tujuan dari seksualitas manusia adalah persatuan dan prokreasi. Karena itu, dalam moralitas seksual, Gereja Katolik menolak
Useful /
BIMABERILMUBIMABERILMU Rangkaian aktiviti bermain yang sederhana, konsisten, dan disepakati bersama memperkuat pemahaman anak tentang batasan perilaku serta meningkatkan kemandirianRangkaian aktiviti bermain yang sederhana, konsisten, dan disepakati bersama memperkuat pemahaman anak tentang batasan perilaku serta meningkatkan kemandirian
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Dalam uji coba awal, validitas produk diuji oleh ahli materi dan ahli media, serta uji coba terbatas oleh lima siswa. Setelah uji coba awal, dilakukanDalam uji coba awal, validitas produk diuji oleh ahli materi dan ahli media, serta uji coba terbatas oleh lima siswa. Setelah uji coba awal, dilakukan
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Seiring perkembangan zaman dan tuntutan Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, serta responsifSeiring perkembangan zaman dan tuntutan Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, serta responsif
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Melalui kegiatan melukis, anak autis dapat mengekspresikan iman dan kepercayaan mereka kepada Kristus, memanfaatkan kekuatan serta keterbatasan unik mereka.Melalui kegiatan melukis, anak autis dapat mengekspresikan iman dan kepercayaan mereka kepada Kristus, memanfaatkan kekuatan serta keterbatasan unik mereka.