BUMIGORABUMIGORA
Humanitatis : Journal of Language and LiteratureHumanitatis : Journal of Language and LiteratureSecara umum, pengajaran membaca bagi pembelajar English as a Foreign Language (EFL) masih berfokus pada pengembangan kompetensi bahasa Inggris siswa. Upaya untuk merangsang pengembangan literasi multidimensional (Kucer, 2014), yang mencakup empat tahap—linguistik, kognitif, sosiokultural, dan perkembangan—masih minim. Penelitian ini bertujuan mengusulkan kerangka kerja literasi multidimensional melalui pemilihan teks dan desain tugas, sehingga dapat memperkaya penggunaan literasi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kerangka yang diusulkan merupakan modifikasi model literasi multidimensional Kucer yang digabungkan dengan prinsip‑prinsip pemilihan teks membaca dan tugas membaca, dimana tingkat kesulitan dan ketidakbiasaan teks serta tantangan dan variasi tugas secara bertahap meningkat.
Implementasi literasi multidimensional dalam kelas membaca EFL memang menantang karena siswa harus melewati tahap linguistik sebelum dapat mengakses tingkat literasi yang lebih tinggi, sementara fungsi teks melampaui sekadar penyampaian pola bahasa.Keberhasilan kerangka ini memerlukan akses yang luas terhadap sumber bacaan yang variatif serta kemampuan guru untuk merancang tugas yang berjenjang dari mudah hingga kompleks, mengingat tugas yang tidak sesuai dapat menurunkan motivasi belajar.Oleh karena itu, dukungan institusional dalam penyediaan bahan bacaan dan pelatihan profesional bagi guru menjadi faktor krusial untuk memastikan penerapan literasi multidimensional secara efektif.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas skala kesulitan teks yang berbeda secara bertahap dalam mendukung kemajuan siswa melalui keempat tahap literasi multidimensional, dengan mengukur perubahan kompetensi linguistik, kognitif, sosiokultural, dan perkembangan. Selain itu, studi empiris dapat mengeksplorasi dampak desain tugas yang responsif secara budaya terhadap pengembangan literasi sosiokultural pada pembelajar EFL, khususnya bagaimana konteks lokal memengaruhi keterlibatan kritis siswa. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran penyediaan sumber daya institusional serta program pengembangan profesional guru dalam meningkatkan tingkat penerapan kerangka literasi multidimensional, dengan menilai hubungan antara dukungan institusi, kualitas tugas, dan hasil belajar siswa. Dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang terintegrasi, ketiga arah penelitian ini dapat memperkaya pemahaman tentang faktor-faktor kunci yang mendukung implementasi efektif literasi multidimensional dalam konteks EFL.
| File size | 634.3 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Paparan literasi syariah dan prinsip syariah belum menjangkau semua lapisan masyarakat. Studi ini menemukan bahwa literasi masyarakat memiliki dampak signifikanPaparan literasi syariah dan prinsip syariah belum menjangkau semua lapisan masyarakat. Studi ini menemukan bahwa literasi masyarakat memiliki dampak signifikan
AKSARAKITAAKSARAKITA Metode pengumpulan data menggunakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan dan survei. Hasil dan diskusi menunjukkan bahwa penerapan denda dapatMetode pengumpulan data menggunakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan dan survei. Hasil dan diskusi menunjukkan bahwa penerapan denda dapat
IAIHPANCORIAIHPANCOR Metode pelaksanaan program pengabdian ini menggunakan pendekatan Self-Directed Learning (SDL) dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait. Hasil kegiatanMetode pelaksanaan program pengabdian ini menggunakan pendekatan Self-Directed Learning (SDL) dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait. Hasil kegiatan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Faktor penghambat meliputi rendahnya minat baca, keterbatasan bahan bacaan, serta kurangnya variasi metode pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwaFaktor penghambat meliputi rendahnya minat baca, keterbatasan bahan bacaan, serta kurangnya variasi metode pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart dilakukan dalam tiga siklus dengan sembilan siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui tes,Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart dilakukan dalam tiga siklus dengan sembilan siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui tes,
TEUNULEHJOURNALTEUNULEHJOURNAL Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data meliputiMetode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data meliputi
AKSARAKITAAKSARAKITA Untuk itu pustakawan perlu hadir ditengah masyarakat dalam memberikan edukasi pentingnya saring sebelum sharing informasi, agar informasi yang tidak benarUntuk itu pustakawan perlu hadir ditengah masyarakat dalam memberikan edukasi pentingnya saring sebelum sharing informasi, agar informasi yang tidak benar
AKSARAKITAAKSARAKITA Penelitian difokuskan pada siswa kelas XI sehingga populasi 125 siswa. Selanjutnya diambil sampel sebanyak 56 siswa. Angket digunakan untuk mengumpulkanPenelitian difokuskan pada siswa kelas XI sehingga populasi 125 siswa. Selanjutnya diambil sampel sebanyak 56 siswa. Angket digunakan untuk mengumpulkan
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Anak dengan disabilitas intelektual pada umumnya mengalami hambatan pada akademiknya salah satunya dalam pelajaran matematika yaitu melakukan operasi hitungAnak dengan disabilitas intelektual pada umumnya mengalami hambatan pada akademiknya salah satunya dalam pelajaran matematika yaitu melakukan operasi hitung
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendidikan nasional dijalankan oleh individu sebagai upaya untuk bertransformasi menuju pembangunan Indonesia secara keseluruhan melalui aktivitas fisikPendidikan nasional dijalankan oleh individu sebagai upaya untuk bertransformasi menuju pembangunan Indonesia secara keseluruhan melalui aktivitas fisik
UNIGHAUNIGHA Dinas Lingkungan Hidup merupakan lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab dan berperan menangani masalah lingkungan di daerah, salah satunya masalahDinas Lingkungan Hidup merupakan lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab dan berperan menangani masalah lingkungan di daerah, salah satunya masalah
UNIGHAUNIGHA Masyarakat dapat memahami tentang tujuan pembangunan melalui informasi-informasi yang diterima tersebut. Jadi, Sekretaris Gampong sebagai penata administratorMasyarakat dapat memahami tentang tujuan pembangunan melalui informasi-informasi yang diterima tersebut. Jadi, Sekretaris Gampong sebagai penata administrator