TEUNULEHJOURNALTEUNULEHJOURNAL

Jurnal Ilmiah TeunulehJurnal Ilmiah Teunuleh

Berpikir kritis bukanlah keterampilan yang berkembang dengan sendirinya. Kemampuan ini harus ditumbuhkan melalui aktivitas yang mendorong individu untuk berpikir secara kritis. Sekolah, sebagai institusi pendidikan, memiliki tanggung jawab untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan validitas buku teks berorientasi berpikir kritis yang dikembangkan tentang ancaman krisis energi untuk mata pelajaran IPAS Fase C di sekolah dasar, serta untuk mendeskripsikan tanggapan guru dan siswa mengenai kepraktisan buku teks ini. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, daftar periksa, dan pedoman wawancara. Penelitian ini menghasilkan pengembangan buku teks berorientasi berpikir kritis tentang ancaman krisis energi untuk IPAS Fase C. Skor validasi materi adalah 90,62, dikategorikan sangat valid; skor validasi bahasa adalah 85, juga sangat valid; dan skor validasi desain adalah 90, dikategorikan sangat valid. Selanjutnya, kuesioner tanggapan kepraktisan menghasilkan skor 93,57 dari siswa dan 95,14 dari guru, keduanya dikategorikan sangat praktis.

Penelitian ini berhasil mengembangkan buku teks berorientasi keterampilan berpikir kritis untuk mata pelajaran IPAS Fase C di Sekolah Dasar dengan topik krisis energi, yang telah tervalidasi sangat valid dan praktis.Buku teks ini efektif mendukung pembelajaran berbasis berpikir kritis, memotivasi siswa, dan menjadi sumber daya pengajaran yang praktis, sejalan dengan Kurikulum Merdeka.Meskipun demikian, generalisasi hasil terbatas pada area penelitian dan validasi berfokus pada asesmen awal.penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengukur dampak jangka panjang secara lebih luas.

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita tentang efektivitas buku teks ini. Salah satu arah studi yang menarik adalah melakukan penelitian longitudinal yang berfokus pada dampak spesifik buku teks terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Daripada hanya mengukur kepraktisan, studi ini bisa mengevaluasi bagaimana pola pikir analitis, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan argumentasi siswa berubah secara kognitif setelah penggunaan buku teks ini dalam jangka waktu yang lebih panjang. Akan sangat bermanfaat bila penelitian semacam ini juga membandingkan hasilnya dengan kelompok siswa yang menggunakan materi pembelajaran tradisional, untuk melihat perbedaan dampak yang signifikan terhadap kualitas berpikir kritis. Selain itu, penting juga untuk meneliti bagaimana buku teks ini berfungsi di berbagai lingkungan sekolah. Studi dapat dilakukan di sekolah-sekolah dengan latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda, baik di perkotaan maupun pedesaan, untuk mengidentifikasi potensi adaptasi atau penyesuaian yang mungkin diperlukan agar buku teks ini tetap relevan dan efektif. Pertanyaan yang muncul adalah apakah desain dan konten buku teks dapat mendukung beragam gaya belajar siswa dan tantangan lokal yang unik. Terakhir, perlu juga untuk mendalami bagaimana guru dan siswa sebenarnya berinteraksi dengan buku teks ini dalam situasi kelas nyata. Ini bisa melibatkan observasi kelas yang mendalam dan wawancara fokus grup dengan siswa, untuk memahami proses pedagogis yang muncul, jenis diskusi kritis yang difasilitasi, serta bagaimana dinamika kelas secara keseluruhan mendukung atau mungkin menghambat pengembangan berpikir kritis. Penyelidikan kualitatif yang lebih mendalam ini akan memberikan wawasan yang kaya tentang mekanisme internal pembelajaran yang dipicu oleh buku teks, melampaui data kuesioner saja.

Read online
File size673.61 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test