WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Pengabdian West ScienceJurnal Pengabdian West Science

Kota Bandung menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan produksi mencapai lebih dari 1.500 ton per hari pada tahun 2023. Rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan fasilitas memperburuk situasi. Gerakan Edukasi Lingkungan Bandung Raya (GreenBar) melalui program Green Innovation Week (GROW) berupaya mengatasi masalah tersebut dengan mengadakan kegiatan edukatif, seperti webinar daring, kampanye media sosial, pembagian flyer, tantangan interaktif, dan aksi bersih-bersih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengevaluasi efektivitas kampanye multiplatform yang dilaksanakan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan GROW berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, terutama di kalangan generasi muda. Kampanye media sosial terbukti efektif menjangkau audiens lebih luas melalui konten interaktif dan kolaborasi dengan influencer. Edukasi juga memberikan dampak langsung terhadap pemahaman masyarakat. Kesimpulan menekankan pentingnya pendekatan edukasi berbasis komunitas, kolaborasi lintas sektor, dan perencanaan strategis untuk menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan yang inovatif dan terintegrasi dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah secara efektif.

Kegiatan Green Innovation Week (GROW) yang dilaksanakan secara daring dan luring berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, terutama di kalangan generasi muda.Kampanye media sosial terbukti efektif menjangkau audiens luas melalui konten interaktif dan kolaborasi dengan influencer.Pendekatan edukasi berbasis komunitas, kolaborasi lintas sektor, dan perencanaan strategis terbukti penting untuk menciptakan dampak berkelanjutan dalam transformasi perilaku pengelolaan sampah.

Pertama, perlu dikaji efektivitas jangka panjang kampanye multiplatform seperti GROW dalam mempertahankan perubahan perilaku masyarakat melalui penelitian tindak lanjut selama 6–12 bulan setelah kampanye selesai, dengan fokus pada kebiasaan pengelolaan sampah rumah tangga. Kedua, perlu dieksplorasi pemanfaatan platform digital selain Instagram, seperti TikTok atau WhatsApp, untuk menjangkau kelompok usia yang lebih luas dan memahami preferensi konten edukasi lingkungan di masing-masing platform. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang integrasi program edukasi semacam ini dengan kebijakan lokal, seperti bank sampah atau program pemerintah kota, untuk melihat bagaimana kolaborasi institusional dapat memperkuat dampak kampanye dan menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih solid di tingkat komunitas.

  1. ANALISIS KESADARAN MASYARAKAT DI KOTA BANDUNG TERHADAP TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN | JURNAL ILMIAH... jurnal.alimspublishing.co.id/index.php/jis/article/view/582ANALISIS KESADARAN MASYARAKAT DI KOTA BANDUNG TERHADAP TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN JURNAL ILMIAH jurnal alimspublishing index php jis article view 582
Read online
File size1.16 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test