HUSADAGEMILANGHUSADAGEMILANG

Jurnal Kesehatan Husada GemilangJurnal Kesehatan Husada Gemilang

Paparan asap rokok merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Ibu hamil yang tidak merokok secara aktif tetap berisiko menjadi perokok pasif akibat paparan asap rokok di rumah maupun di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di RSUD Minas Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Poli KIA RSUD Minas Kabupaten Siak sebanyak 80 orang. Sampel penelitian berjumlah 67 ibu hamil yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak terpapar asap rokok sebanyak 15 orang (22,4%), sedangkan yang terpapar asap rokok sebanyak 52 orang (77,6%). Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan kejadian kehamilan risiko tinggi dengan nilai p value sebesar 0,009 (< 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara paparan asap rokok dan kejadian kehamilan risiko tinggi. Ibu hamil diharapkan dapat menghindari paparan asap rokok untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Berdasarkan penelitian, sebagian besar ibu hamil berada pada usia reproduktif aman (20–35 tahun) dengan pendidikan menengah dan berstatus sebagai ibu rumah tangga.Meskipun demikian, sebagian besar responden terpapar asap rokok, baik di dalam maupun di luar rumah.Paparan ini berhubungan signifikan dengan kejadian kehamilan risiko tinggi (p < 0,05), terutama bila terjadi lama, sering, dan di lingkungan tertutup.Temuan ini menunjukkan bahwa paparan asap rokok merupakan faktor risiko lingkungan penting yang dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan risiko tinggi meskipun ibu berada pada usia yang relatif aman.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kehamilan risiko tinggi selain paparan asap rokok, seperti kondisi sosioekonomi dan pola makan ibu hamil. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam pengalaman dan persepsi ibu hamil terkait paparan asap rokok dan dampaknya terhadap kehamilan. Terakhir, penelitian longitudinal dengan desain kohort dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara paparan asap rokok dan berbagai indikator kehamilan risiko tinggi secara lebih akurat, serta untuk mengidentifikasi periode kerentanan ibu hamil terhadap dampak paparan asap rokok.

Read online
File size241 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test