POLINELAPOLINELA

J-PlantasimbiosaJ-Plantasimbiosa

Keberadaan gulma Rottboellia exaltata menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan panen pada lahan pertanian seperti budidaya jagung. Gulma Praxelis clematidea dan buah lerak ditemukan memiliki pengaruh alelopati dalam menekan pertumbuhan banyak tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi ekstrak P. clematidea dan buah lerak terhadap pertumbuhan gulma R. exaltata. Penelitian dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2025 di Kota Bandar Lampung dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 ulangan, perlakuan ini terdiri dari 5 Formulasi ekstrak P. clematidea dan buah lerak yaitu kontrol (tanpa ekstrak); ekstrak P. clematidea 50% ; ekstrak buah lerak 50% ; ekstrak P. clematidea 25% ekstrak buah lerak 75% ; ekstrak P. clematidea 50% ekstrak buah lerak 50%, ekstrak P. clematidea 75% ekstrak buah lerak 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pascatumbuh formulasi campuran ekstrak P. clematidea buah lerak mampu menghambat pertumbuhan gulma. Daya hambat ekstrak P. clematidea 75% ekstrak buah lerak 25% lebih tinggi dibandingkan formulasi yang lain terhadap tinggi tajuk gulma, jumlah daun, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering gulma total. Nisbah tajuk/akar yang rendah, tingkat keracunan gulma sebesar 78,67 % dan persentase penekanan gulma R. exaltata tertinggi sebesar 67,64%.

Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pascatumbuh formulasi campuran ekstrak Praxelis clematidea dan buah lerak secara signifikan menghambat pertumbuhan gulma Rottboellia exaltata.clematidea dan 25% ekstrak buah lerak memberikan daya hambat tertinggi terhadap tinggi tajuk, jumlah daun, serta bobot kering tajuk, akar, dan total gulma.Selain itu, nisbah tajuk/akar yang rendah menandakan respons pertumbuhan yang dominan, dan tingkat keracunan serta persentase penekanan gulma mencapai nilai tertinggi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas formulasi campuran ekstrak Praxelis clematidea dan buah lerak terhadap spesies gulma lain yang umum pada lahan pertanian, seperti Leptochloa chinensis atau Fimbristylis milacea, dengan menguji dosis optimal dan respon pertumbuhan pada kondisi lapangan. Selain itu, diperlukan studi jangka panjang untuk menilai dampak lingkungan dan keberlanjutan aplikasi herbisida nabati ini, meliputi analisis residu pada tanah, air, serta potensi efek toksik pada organisme non‑target seperti mikroorganisme tanah dan serangga menguntungkan. Selanjutnya, penelitian dapat memfokuskan pada identifikasi senyawa aktif utama dalam ekstrak yang bertanggung jawab atas aktivitas alelopatik, serta mekanisme molekuler yang menghambat pertumbuhan gulma, sehingga memungkinkan pengembangan produk formulasi yang lebih terstandardisasi dan efisien. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan dapat memperluas aplikasi praktis dan meningkatkan penerimaan teknologi pengendalian gulma berbasis bahan alami di kalangan petani.

Read online
File size557.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test