SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi global yang cukup tinggi. Di Amerika Serikat, prevalensinya mencapai 14%, sementara di Asia berkisar antara 26%–85%. Di Indonesia sendiri, risiko depresi postpartum dilaporkan sebesar 50%–70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi pasca persalinan pada ibu nifas. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakan sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek kelelahan, kualitas tidur, dan gejala depresi postpartum, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum (67,7%), seluruh responden mengalami kelelahan ringan (100%), dan mayoritas memiliki kualitas tidur yang buruk (64,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi berupa edukasi dan konseling bagi ibu nifas untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa postpartum.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan dan kualitas tidur berhubungan signifikan dengan depresi pasca persalinan.Ibu yang mengalami kelelahan sedang hingga berat dan kualitas tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi.Faktor lain seperti kehamilan tidak direncanakan, rendahnya status ekonomi, dan minimnya dukungan sosial juga turut memperburuk kondisi psikologis ibu nifas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara kelelahan, kualitas tidur, dan depresi pasca persalinan, serta untuk melihat perkembangan gejala depresi dari waktu ke waktu. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat menggali peran faktor psikososial lain, seperti dukungan sosial dari keluarga dan pasangan, serta tingkat stres ekonomi, dalam memengaruhi risiko depresi pasca persalinan. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan program edukasi dan konseling mengenai manajemen kelelahan, peningkatan kualitas tidur, dan dukungan emosional perlu dikembangkan dan diuji efektivitasnya dalam mencegah dan mengatasi depresi pasca persalinan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental ibu nifas dan menghasilkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi.

Read online
File size248.49 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test