SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Post Kraniotomi merupakan tindakan bedah yang dilakukan pada pasien dengan perdarahan intrakranial (ICH). ICH merupakan kondisi kegawatdaruratan yang berisiko menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian jika tidak segera ditangani secara operatif. Studi kasus ini bertujuan untuk melihat perubahan status hemodinamik dan jalan napas dengan pemberian intervensi terapi murottal dan posisi semi fowler. Pendekatan deskriptif, observasi, dan dokumentasi digunakan dalam metode studi kasus ini yang dilaksanakan di ruang ICU RS PKU Yogyakarta pada pasien dengan diagnosis pasca kraniotomi akibat perdarahan intraserebral (ICH). Subjek penelitian, yaitu Tn. I, dipilih berdasarkan kesesuaian dengan karakteristik sampel yang ditetapkan. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan terapi murottal, posisi semi fowler, pemantauan hemodinamik secara berkala, serta pemberian terapi farmakologis dapat berkontribusi terhadap stabilisasi status hemodinamik dan peningkatan kepatenan jalan napas pasien.

Berdasarkan hasil studi kasus ini, dapat disimpulkan bahwa intervensi terapi murottal dan posisi semi fowler berkontribusi terhadap stabilisasi status hemodinamik pasien post kraniotomi ICH.Selain itu, pemberian posisi semi fowler juga membantu mengurangi produksi sputum dan suara napas tambahan.Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar diperlukan untuk menggeneralisasi hasil ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan menggunakan desain studi komparatif untuk menguji efektivitas terapi murottal dan posisi semi fowler dibandingkan dengan intervensi standar pada pasien post kraniotomi ICH. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien serta keluarga mengenai manfaat terapi murottal dalam proses pemulihan. Ketiga, penelitian perlu mengeksplorasi pengaruh durasi dan frekuensi pemberian terapi murottal terhadap perbaikan status hemodinamik dan jalan napas pasien, serta mengidentifikasi jenis bacaan Al-Quran yang paling efektif dalam memberikan efek relaksasi dan menstabilkan kondisi pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung penerapan terapi murottal dan posisi semi fowler sebagai intervensi komplementer dalam perawatan pasien post kraniotomi ICH, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat proses pemulihan pasien.

  1. Stimulasi Auditori Menggunakan Murottal terhadap Vital Signs Pasien Stroke Fase Akut | Jurnal Keperawatan... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JKS/article/view/1926Stimulasi Auditori Menggunakan Murottal terhadap Vital Signs Pasien Stroke Fase Akut Jurnal Keperawatan journal ipm2kpe index php JKS article view 1926
Read online
File size236.3 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test