USMUSM

Indonesian Journal of Spatial PlanningIndonesian Journal of Spatial Planning

Manajemen limbah tetap menjadi tantangan lingkungan kritis, khususnya di daerah dengan disparitas urban-rural yang signifikan. Penelitian ini menyelidiki perilaku pemisahan sampah rumah tangga di Kabupaten Sleman, Indonesia, dengan menerapkan Theory of Planned Behavior (TPB). Tujuannya adalah memeriksa pengaruh sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku persepsi terhadap niat memisahkan sampah, serta menganalisis efek moderasi infrastruktur pada hubungan tersebut di daerah perkotaan dan pedesaan. Metode kuantitatif menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan data 796 rumah tangga (399 perkotaan, 397 pedesaan). Hasil menunjukkan bahwa sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku persepsi secara signifikan memengaruhi niat, dengan norma subyektif lebih berpengaruh di area perkotaan, sedangkan kontrol perilaku persepsi lebih berpengaruh di area pedesaan. Infrastruktur secara signifikan memoderasi hubungan antara kontrol perilaku persepsi dan niat di daerah pedesaan tetapi tidak memiliki efek moderasi yang signifikan di daerah perkotaan. Temuan ini menyoroti kebutuhan strategi manajemen limbah yang spesifik konteks dan menambah literatur TPB dengan memasukkan peran moderasi infrastruktur, memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan untuk merancang intervensi manajemen limbah berkelanjutan yang disesuaikan dengan konteks urban dan rural.

Intensi untuk memilah sampah rumah tangga dipengaruhi secara signifikan oleh sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku persepsi, dengan dinamika berbeda antara daerah perkotaan dan pedesaan.Infrastruktur berperan sebagai moderator kritis di daerah pedesaan, memperkuat hubungan antara kontrol perilaku persepsi dan niat, sedangkan di daerah perkotaan efek moderasi tidak signifikan.Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan yang disesuaikan dengan konteks lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan manajemen limbah.

Untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pemilahan sampah, penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana variabel sosial ekonomi seperti pendapatan dan pendidikan menmoderasi hubungan antara motivasi internal dan akses infrastruktur di daerah pedesaan. Selain itu, studi longitudinal dapat diimplementasikan untuk memetakan perubahan perilaku dan efektivitas kebijakan seiring dengan peningkatan infrastruktur di wilayah perkotaan dan pedesaan. Akhirnya, penelitian validasi dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi digital (misalnya, aplikasi pengingat pemilahan) dapat memperkuat pengaruh norma subyektif di lingkungan perkotaan, sekaligus memitigasi keterbatasan infrastruktur di daerah pedesaan.

  1. PRAKTIK COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH | Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK).... journal.umy.ac.id/index.php/jpk/article/view/12608PRAKTIK COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan JPK journal umy ac index php jpk article view 12608
Read online
File size399.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test