SEMINAR IDSEMINAR ID

Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education ForumJournal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum

Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi permasalahan global. Masalah banjir yang melanda berbagai kota di Indonesia termasuk Kota Bengkulu di kampung galaxy menjadi indikator bahwa telah terjadi penurunan kualitas lingkungan. Dengan permasalahan tersebut maka perlu adanya sosialisasi tentang peningkatan sadar lingkungan untuk membangun masyarakat Peduli Lingkungan melalui kegiatan Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). LRB merupakan rekayasa teknologi tepat guna untuk menanggulangi masalah keterbatasan lahan sebagai daerah resapan air. Tujuan pembuatan LRB yaitu untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sehingga lingkungan menjadi sehat, hijau, dan lestari. Target luaran yang ingin dicapai melalui penyuluhan dan pelatihan untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan bagi generasi muda sebagai pilar-pilar gereja masa depan tentang pentingnya memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos serta menerapkan teknologi yang tepat untuk meningkatkan daya serap air atau konservasi tanah melalui pembuatan lubang resapan biopori kampung galaxy.

Pembuatan lubang resapan biopori masih sangat perlu untuk digalakkan di wilayah lingkungan kampung galaxy yang mempunyai 24 titik genangan air.Kondisi lapangan menunjukkan bahwa penyaluran air limpahan hujan masih mengandalkan saluran drainase yang telah ada, dan hampir semua permukaan tanah menggunakan aspal yang memperkecil ruang peresapan air.Oleh karena itu, perlu adanya penargetan tersedianya lubang resapan biopori pada tahun selanjutnya untuk mengatasi masalah ini.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas biaya jangka panjang dari penerapan teknologi biopori dibandingkan dengan solusi pengendalian banjir lainnya, termasuk analisis biaya-manfaat yang komprehensif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi desain lubang biopori, seperti variasi ukuran, kedalaman, dan jenis material pengisi, untuk meningkatkan kapasitas serapan air dan efisiensi pengomposan sampah organik. Ketiga, penting untuk menginvestigasi dampak sosial dan perilaku masyarakat terhadap keberlanjutan program biopori, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, kesadaran lingkungan, dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif seperti wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk memahami perspektif masyarakat dan mengidentifikasi tantangan serta peluang dalam implementasi teknologi biopori secara luas.

Read online
File size229.61 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test