IAIN MADURAIAIN MADURA

AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata SosialAL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial

Indonesia, sebagai salah satu negara demokrasi Muslim terbesar, menghadapi tantangan signifikan, salah satunya adalah praktik vote buying di kalangan pemilih Muslim. Dipercaya bahwa vote buying adalah praktik suap populer atau disebut risywah. Hal ini menimbulkan pertanyaan dasar untuk penelitian ini, yaitu bagaimana praktik vote buying terjadi, bagaimana perantara atau broker politik memainkan peran mereka, dan bagaimana praktik ini dipandang oleh para ulama Islam. Dengan memilih Madura sebagai lokasi penelitian dan pemilihan anggota legislatif tahun 2024 sebagai peristiwa, penelitian ini menggunakan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk pemilih, komite pemilihan, komite pengawas, calon anggota legislatif, dan tim pemenang. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pelacakan dokumen, termasuk dokumen dari Komisi Pemilihan Umum dan sumber media online. Temuan penelitian menunjukkan bahwa vote buying diatur oleh jaringan broker politik yang membentuk perilaku aktor politik dan pemilih Muslim. Hal ini diperkuat oleh pragmatisme dan orientasi ekonomi yang semakin meningkat di kalangan pemilih Muslim saat memilih perwakilan.

Penelitian ini mengungkapkan dua jenis praktik vote buying yang umum digunakan untuk memenangkan pemilihan, yaitu grosir dan eceran.Jenis pertama menipu sistem di tingkat TPS, sementara yang kedua langsung mendekati pemilih dengan memberikan uang tunai.Kedua jenis ini dapat digunakan secara individu atau bersamaan, mempertimbangkan pro dan kontra masing-masing.Penelitian ini juga menunjukkan peran strategis yang dimainkan oleh broker politik karena tanpa mereka, praktik vote buying akan sulit dilakukan karena calon anggota legislatif ingin menjaga citra mereka yang bersih.Secara teoritis, penelitian ini memperkuat teori jaringan aktor politik yang menekankan peran uang dalam menggerakkan siklus vote buying.Secara praktis, dari perspektif hukum Islam, penelitian ini menunjukkan bagaimana perspektif agama telah diabaikan oleh para penganutnya ketika menghadapi hal-hal tertentu, seperti dalam pemilihan umum, baik sebagai pemilih maupun sebagai calon anggota legislatif.Dengan alasan pragmatis dan masing-masing tujuan dan kepentingan, keduanya cenderung tetap melakukan praktik vote buying di periode mendatang.

Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang peran broker politik dalam praktik vote buying dan bagaimana mereka membentuk perilaku aktor politik dan pemilih Muslim. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak pragmatisme dan orientasi ekonomi pada keputusan pemilih Muslim dalam pemilihan umum. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana perspektif agama, khususnya Islam, dapat mempengaruhi perilaku pemilih dan calon anggota legislatif dalam pemilihan umum.

  1. Disloyal Brokers and Weak Parties - Novaes - 2018 - American Journal of Political Science - Wiley Online... doi.org/10.1111/ajps.12331Disloyal Brokers and Weak Parties Novaes 2018 American Journal of Political Science Wiley Online doi 10 1111 ajps 12331
  2. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1017/S0043887121000216Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1017 S0043887121000216
  3. Religion and Money Politics in Indonesia: Fatwa, Pietism and Muslim Candidate Vote-Buying in the 2014... openresearch-repository.anu.edu.au/handle/1885/261555Religion and Money Politics in Indonesia Fatwa Pietism and Muslim Candidate Vote Buying in the 2014 openresearch repository anu edu au handle 1885 261555
Read online
File size787.85 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test