IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananRajungan (Portunus pelagicus) merupakan jenis hewan laut yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, sehingga cukup diminati oleh masyarakat sekitar khususnya masyarakat di Kabupaten Sumenep. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pertumbuhan dari variasi lebar karapas dan berat rajungan (Portunus pelagicus) di perairan bagian selatan Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023 di desa Aengdake Sumenep. Pengambilan data rajungan meliputi penghitungan lebar karapas dan berat rajungan. Lebar maksimal karapas rajungan yaitu 16 cm sedangkan berat maksimal rajungan adalah 164 gram. Dari data perhitungan hubungan lebar-berat dapat diketahui nilai b yaitu 0,74 dimana nilai tersebut menunjukkan bahwa pola pertumbuhan rajungan di perairan desa Aengdake Kabupaten Sumenep dengan jumlah sampel 100 ekor rajungan, menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. Sehingga diketahui pertumbuhan lebar lebih cepat dari pada pertumbuhan berat rajungan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Aengdake Kabupaten Sumenep menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif.Selain itu, terdapat pengaruh antara pertambahan lebar karapas terhadap pertambahan berat rajungan.Dengan demikian, semakin bertambah lebar karapas, maka berat tubuh rajungan juga akan bertambah.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan yang mempengaruhi pertumbuhan rajungan di perairan Aengdake. Hal ini penting untuk memahami bagaimana kondisi lingkungan dapat mengoptimalkan pertumbuhan rajungan dan menjaga keberlanjutan populasi. Kedua, penelitian mengenai pola migrasi dan penyebaran rajungan di wilayah pesisir Sumenep perlu dilakukan untuk mengetahui area-area penting bagi reproduksi dan pertumbuhan rajungan, sehingga dapat ditetapkan kawasan konservasi yang efektif. Ketiga, studi mengenai dampak kegiatan penangkapan rajungan terhadap struktur populasi dan keanekaragaman hayati di ekosistem perairan Aengdake perlu dilakukan. Penelitian ini dapat memberikan informasi penting untuk merumuskan strategi pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
| File size | 686.84 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 16 ekor ikan nila (Oreochromis niloticus) diambil secara acak pada kolam pembesaran ikan nilaJumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 16 ekor ikan nila (Oreochromis niloticus) diambil secara acak pada kolam pembesaran ikan nila
LLDIKTI12LLDIKTI12 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lebar karapas dan bobot tubuh serta faktor kondisi kepiting bakau di perairan Negeri Banggoi. SampelPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lebar karapas dan bobot tubuh serta faktor kondisi kepiting bakau di perairan Negeri Banggoi. Sampel
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tingkat pendapatan, pengaruh Tingkat partisipasi dan pengaruh Tingkat Pendidikan ibu rumahPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tingkat pendapatan, pengaruh Tingkat partisipasi dan pengaruh Tingkat Pendidikan ibu rumah
IBRAHIMYIBRAHIMY Sebagian besar ikan menunjukkan kematangan gonad ikan jantan maupun ikan betina berada pada tingkat 3 sampai 4. Ikan Cempedik, yang sebelumnya diketahuiSebagian besar ikan menunjukkan kematangan gonad ikan jantan maupun ikan betina berada pada tingkat 3 sampai 4. Ikan Cempedik, yang sebelumnya diketahui
IBRAHIMYIBRAHIMY Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakter morfologi jamur Fungia sp. yang ditemukan di Pulau Mamburit, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakter morfologi jamur Fungia sp. yang ditemukan di Pulau Mamburit, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Indonesia.
IBRAHIMYIBRAHIMY Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan kesesuaian lahan budidaya di Kecamatan Banyuputih Situbondo guna dapat digunakan sebagai area budidayaTujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan kesesuaian lahan budidaya di Kecamatan Banyuputih Situbondo guna dapat digunakan sebagai area budidaya
USNSJUSNSJ Sebaliknya, rata-rata morfometri terendah ditemukan di Stasiun II (Desa Sombano) akibat konversi habitat menjadi lahan perkebunan yang merusak tempat persembunyianSebaliknya, rata-rata morfometri terendah ditemukan di Stasiun II (Desa Sombano) akibat konversi habitat menjadi lahan perkebunan yang merusak tempat persembunyian
KKPKKP Kinerja pertumbuhan generasi ketiga dari seleksi massal ikan lele Afrika (Clarias gariepinus) selama 25 hari fase pembenihan, 30 hari fase pemeliharaan,Kinerja pertumbuhan generasi ketiga dari seleksi massal ikan lele Afrika (Clarias gariepinus) selama 25 hari fase pembenihan, 30 hari fase pemeliharaan,
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY Sabun pembersih padat minyak ikan diuji melalui proses uji hedonik dengan jumlah 25 orang dengan menggunakan sabun komersil sebagai kontrol. Adsorben yangSabun pembersih padat minyak ikan diuji melalui proses uji hedonik dengan jumlah 25 orang dengan menggunakan sabun komersil sebagai kontrol. Adsorben yang
UNHASUNHAS Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia menderita kerugian besar atas aset negara akibat perilaku buruk perusahaan dalam pengelolaan keuangan,Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia menderita kerugian besar atas aset negara akibat perilaku buruk perusahaan dalam pengelolaan keuangan,
IBRAHIMYIBRAHIMY Metode analisis data pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Bubu lipat yang digunakan oleh nelayan berukuran panjang 45 cm, lebar 20 cm, dan tinggiMetode analisis data pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Bubu lipat yang digunakan oleh nelayan berukuran panjang 45 cm, lebar 20 cm, dan tinggi
KKPKKP 1 ± 0. 019 g ditempatkan secara komunal di akuarium 60 cm x 40 cm x 40 cm dengan frekuensi pemberian pakan terbatas (ad libitum dua kali sehari). Satu1 ± 0. 019 g ditempatkan secara komunal di akuarium 60 cm x 40 cm x 40 cm dengan frekuensi pemberian pakan terbatas (ad libitum dua kali sehari). Satu