SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Bakteri Asam Laktat (BAL) akhir-akhir ini menjadi salah satu bagian dari pokok pembahasan bidang kesehatan, industri makanan, sains, peternakan, dan pertanian. BAL memainkan peran penting dalam upaya penurunan stunting melalui berbagai mekanisme yang berkaitan dengan kesehatan usus dan penyerapan nutrisi. Salah satu sumber BAL adalah fermentasi ikan Rinuak (Psilopsis sp) dari Danau Maninjau Sumatera Barat, Indonesia, yang diisolasi dari bakteri probiotik yang berpotensi sebagai antimikroba, namun harus di pastikan kehalalanya sesuai dengan ajaran agama islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi antimikroba BAL probiotik yang diisolasi dari ikan Rinuak (Psilopsis sp). Metode penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: isolasi dan karakterisasi DNA BAL ikan Rinuak (Psilopsis sp), dilanjutkan dengan penilaian aktivitas antimikroba supernatan bakteriosin mentah. Kemudian, 16S rRNA digunakan untuk menilai spesies isolat BAL yang berpotensi memiliki aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 sampel ikan Rinuak (Psilopsis sp), setelah dilakukan uji kemampuanya dalam membunuh bakteri pathogen dan ditemukan Isolat IR1 memiliki Aktivitas antimikroba terbesar (30.27 mm), Staphylococcus aureus ATCC 25923 (25.65 mm) dan Listeria monocytogenes CFSAN 004330 (18.65 mm) sedangkan diameter zona hambat oleh supernatan bakteri asam laktat Bakteriosin mentah terhadap Escherichia coli ATCC 0157 sebesar 18.87 mm, Staphylococcus aureus ATCC 25923 sebesar 22,67 mm sedangkan Listeria monocytogenes CFSAN 004330 tidak membentuk zona hambat. Hasil identifikasi molekuler menggunakan 16S rRNA menunjukkan bahwa bakteri asam laktat hasil isolasi memiliki kemiripan sebesar 99,64% yang diisolasi dari ikan Rinuak (Psilopsis sp) dengan Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 , yaitu memiliki potensi antimikroba terhadap bakteri patogen. Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 dapat digunakan sebagai obat antidiare dan antitifoid pada manusia serta sebagai pengawet alami pada makanan yang terjamin halal.

Hasil identifikasi molekuler 16S rRNA dan primer 27F- 1525R menunjukkan produk PCR Bakteri IR1 berada pada 1489 bp dan memiliki potensi antimikroba BAL Probiotik HALAL terbaik di bandingakn dengan 3 isolat bakteri lainnya yang di isolasi dari ikan Rinuak (Danau Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia).Bakteri IR1 merupakan strain baru pada ikan Rinuak Mirip dengan Lentilactobacillus buchneri subsp.silagei CD034 strain 17-16, spesies yang diisolasi saat ini dapat digunakan sebagai kandidat BAL anti diare dan anti tifoid pada manusia yang terjamin HALAL serta sebagai pencegah stuunting.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa antimikroba spesifik yang dihasilkan oleh Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 dari ikan Rinuak, termasuk mekanisme kerjanya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Kedua, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 sebagai bahan tambahan makanan alami untuk meningkatkan keamanan pangan dan memperpanjang umur simpan produk makanan. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada studi klinis untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 dalam meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi risiko stunting pada anak-anak di wilayah endemik Danau Maninjau. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan produk pangan fungsional berbasis probiotik lokal yang aman, efektif, dan berkelanjutan.

Read online
File size619.08 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test