SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan layanan kesehatan yang dirancang khusus untuk remaja, disesuaikan dengan minat, kebutuhan, dan karakter mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta konselor sebaya dalam meningkatkan efektivitas program pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang (cross sectional), dan dilakukan di SMK Kesehatan Kabupaten Semarang dengan melibatkan 88 responden melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PKPR telah berjalan cukup baik dengan penyampaian informasi melalui media audio-visual dan metode interaktif yang sesuai kebutuhan remaja. Beberapa remaja juga telah membantu teman sebaya mencari bantuan profesional. Namun, keterlibatan mereka dalam advokasi dan evaluasi masih minim. Disarankan agar sekolah menyediakan ruang konseling dan melibatkan tenaga terlatih. Remaja perlu meningkatkan kesadaran diri, khususnya dalam penggunaan media sosial, dan memperluas pengetahuan tentang perilaku sehat. Pihak terkait juga perlu lebih aktif dalam supervisi dan evaluasi program secara rutin.

Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) telah berjalan dengan baik.Program ini menunjukkan efektivitas dalam penyampaian informasi melalui media audio-visual dan metode interaktif yang sesuai dengan kebutuhan remaja.Meskipun demikian, keterlibatan remaja dalam advokasi dan evaluasi program masih perlu ditingkatkan.Pihak terkait diharapkan dapat terus berupaya meningkatkan kualitas program PKPR melalui supervisi, evaluasi, dan penyediaan tenaga terlatih.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi remaja dalam kegiatan advokasi dan evaluasi program PKPR, sehingga dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan mereka. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi remaja terhadap program PKPR, khususnya terkait dengan peran konselor sebaya dalam memberikan dukungan dan informasi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program PKPR terhadap perilaku kesehatan remaja, seperti penggunaan media sosial, perilaku seksual berisiko, dan konsumsi makanan sehat. Dengan demikian, dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas program PKPR dalam meningkatkan kesehatan remaja secara keseluruhan.

  1. Kesiapan Pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) di Wilayah RW... doi.org/10.33024/mahesa.v3i2.9662Kesiapan Pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja PIK KRR di Wilayah RW doi 10 33024 mahesa v3i2 9662
Read online
File size298.73 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test