PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Pendahuluan: Bahan karsinogenik yang terdapat di dalam rokok dan kebiasaan merokok dengan durasi yang lama dapat mempengaruhi pertumbuhan sel epitel dan meningkatkan kematian atau apoptosis sel. Apoptosis dapat diinterpretasikan melalui pembuatan sediaan sitologi eksfoliatif yang ditandai oleh perubahan pada inti sel berupa kariopiknotik, dan karioreksis. Tujuan: Untuk mengetahui terjadinya peningkatan kematian sel dalam bentuk karioreksis dan kariopiknotik pada sel epitel mukosa mulut perokok di Universitas Trisakti. Metode: Jenis penelitian observasional analitik melalui interpretasi sediaan sitologi eksfoliatif yang dibuat dengan teknik scrapping untuk mengevaluasi jumlah dan persentase sel epitel mukosa mulut yang mengalami karioreksis dan kariopiknotik. Subjek penelitian terdiri dari perokok dan non perokok (masing-masing n=30). Bahan klinis dari hasil scrapping mukosa bukal setiap subjek penelitian dibuat dua sediaan sitologi dan dikirim ke Laboratorium untuk dilakukan pewarnaan Papanicolaou. Pengamatan mikroskopik sel dilakukan pada 3 lapang pandang dari setiap sediaan untuk dievaluasi persentase sel yang mengalami karioreksis dan kariopiknotik. Hasil: Karioreksis dan kariopiknotik lebih banyak ditemukan pada subjek perokok dibandingkan non-perokok dengan perbedaan yang signifikan (p=0.001<0.05). Kesimpulan: Merokok dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kematian sel dalam bentuk meningkatnya sel yang mengalami kariopiknotik dan karioreksis.

Merokok dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kematian sel dalam bentuk kariopiknotik dan karioreksis.Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak sel yang mengalami kariopiknotik dan karioreksis pada perokok dibandingkan non-perokok, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik.Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan terhadap zat-zat berbahaya dalam rokok dapat memicu proses kematian sel pada jaringan mukosa mulut.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme molekuler yang mendasari peningkatan kariopiknosis dan karioreksis pada sel epitel mukosa mulut akibat paparan asap rokok, termasuk peran spesifik dari berbagai senyawa kimia dalam rokok. Selain itu, studi prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi hubungan antara perubahan sitologis ini dengan perkembangan lesi prakanker dan kanker mulut pada perokok. Terakhir, penelitian yang membandingkan efek rokok konvensional dan rokok elektrik terhadap perubahan seluler pada mukosa mulut dapat memberikan informasi penting untuk strategi pencegahan kanker mulut yang lebih efektif, dengan mempertimbangkan tren penggunaan rokok elektrik yang semakin meningkat di kalangan masyarakat.

  1. Nuclear Changes in the Form of Karyorrhexis and Karyopyknosis in Oral Mucosal Epithelial Cells of Smokers... jurnal.pdgi.or.id/index.php/jida/article/view/1349Nuclear Changes in the Form of Karyorrhexis and Karyopyknosis in Oral Mucosal Epithelial Cells of Smokers jurnal pdgi index php jida article view 1349
Read online
File size445.81 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test