PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Introduction: Leprosy, an infectious disease caused by Mycobacterium leprae, predominantly affects the skin, peripheral nerves, and mucous membranes. Although highly contagious, most people are naturally resistant. Indonesia ranks third globally in leprosy cases, and the disease continues to pose a significant public health challenge. Objective: This report aims to highlight the oral manifestations of leprosy to aid in early detection and treatment, which are essential to prevent disability and stigma. Case(s): Five patients diagnosed with borderline lepromatous or lepromatous leprosy were examined, presenting with oral manifestations such as gingivitis, periodontitis, ulceration, epithelial desquamation, anesthesia, and hypopigmented lesions. Poor oral hygiene, observed in several cases, worsened these symptoms. Each patient received multidrug therapy with rifampicin, dapsone, and clofazimine, along with systemic medications as needed. Dentists focused on improving oral hygiene, patient education, and treatments like antiseptic rinses and localized care for ulcers and gingival inflammation to support healing and prevent complications. Discussion: The oral manifestations observed in these cases, such as ulceration and epithelial desquamation, are characteristic of advanced leprosy. Early diagnosis through recognition of oral symptoms is critical in preventing irreversible physical and social consequences. Dentists can play a key role in identifying leprosy, particularly when examining patients in endemic regions. Conclusion: Oral manifestations of leprosy provide an important diagnostic tool for early detection, potentially preventing severe complications, including physical disability and the associated socio-economic challenges. Dentists should be aware of these symptoms to help improve treatment outcomes and patient quality of life.

Penting untuk diingat bahwa Penyakit Lepra tetap menjadi infeksi persisten yang belum sepenuhnya diberantas, dengan Indonesia masih menghadapi wilayah endemik di mana masalah kesehatan ini masih ada.Jaringan lunak rongga mulut dapat menjadi tempat manifestasi lepra, sehingga penting bagi dokter gigi untuk mengenali lesi oral yang terkait dengan penyakit tersebut.Deteksi dan diagnosis dini pada pasien yang belum didiagnosis dapat mempercepat pengobatan, mencegah disabilitas fisik yang dapat berdampak sosial-ekonomi yang signifikan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi yang dihadapi oleh penderita penyakit tersebut.Selain itu, dokter gigi memainkan peran penting dalam menjaga kualitas hidup pasien melalui pelestarian kesehatan dan kebersihan mulut.

Berdasarkan temuan studi ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan protokol skrining oral yang lebih sensitif dan spesifik untuk deteksi dini lepra, terutama di daerah endemik. Hal ini dapat melibatkan penggunaan teknologi pencitraan canggih atau biomarker saliva untuk mengidentifikasi individu yang berisiko sebelum munculnya gejala klinis yang jelas. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara mendalam mekanisme imunopatogenesis yang mendasari manifestasi oral pada lepra, termasuk peran sitokin dan respons seluler dalam perkembangan lesi. Pemahaman ini dapat membuka jalan bagi pengembangan terapi imunomodulator yang lebih efektif untuk mencegah kerusakan jaringan dan meningkatkan hasil pengobatan. Terakhir, studi intervensi yang melibatkan edukasi kesehatan mulut dan peningkatan kebersihan oral pada pasien lepra dapat dievaluasi untuk menilai dampaknya terhadap kualitas hidup dan pencegahan komplikasi sekunder, seperti infeksi oportunistik dan penyakit periodontal.

Read online
File size776.97 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test