POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health Science

Latar belakang: Kebutuhan air minum meningkat seiring dengan peningkatan populasi Kota Denpasar. Tekanan populasi pada lahan menyebabkan sumur semakin tercemar, yang berdampak pada penurunan kualitas sumber air baku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko pencemaran dalam mengurangi kualitas bakteriologis air sumur. Metode: Penelitian analitik, dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan menggunakan kuota sampling sebanyak 60 sumur. Survei dilakukan untuk menentukan tingkat risiko pencemaran sumur menggunakan formulir inspeksi dan sampel air diambil untuk pengujian laboratorium parameter kunci MP Coliform/E.coli. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sumur dengan tingkat risiko pencemaran rendah: 18 (30,0%), sedang: 18 (30,0%) dan tinggi: 24 (40,0%). Kualitas bakteriologis air sumur yang memenuhi persyaratan: 16 (26,7%) dan tidak memenuhi syarat: 44 (73,3%). Terdapat 11 jenis risiko pencemaran sumur yang teridentifikasi, yang paling dominan adalah tidak memenuhi persyaratan konstruksi. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat risiko pencemaran dan kualitas bakteriologis air sumur, semakin tinggi tingkat pencemaran, semakin rendah kualitas bakteriologis air sumur. Masyarakat Kota Denpasar diharapkan untuk terus berupaya mengendalikan faktor risiko pencemaran sumur, sehingga kualitas bakteriologis air sumur dapat ditingkatkan.

Tingkat risiko pencemaran sumur berhubungan dengan kualitas bakteriologis air sumur bagi penduduk Kota Denpasar.Semakin tinggi tingkat risiko pencemaran sumur, semakin rendah kualitas bakteriologis air sumur.Faktor utama risiko pencemaran sumur di Kota Denpasar adalah konstruksi sumur yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis-jenis polutan yang paling dominan mencemari sumur-sumur di Kota Denpasar, termasuk sumber-sumber polutan tersebut. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas air sumur di berbagai wilayah Kota Denpasar dengan karakteristik geografis dan demografis yang berbeda untuk mengidentifikasi faktor-faktor lokal yang mempengaruhi tingkat pencemaran. Ketiga, penelitian intervensi perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai strategi pengendalian pencemaran sumur, seperti peningkatan kesadaran masyarakat tentang praktik sanitasi yang baik, perbaikan konstruksi sumur, dan pengelolaan limbah yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam tentang masalah pencemaran air sumur di Kota Denpasar, serta membantu dalam merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Read online
File size278.29 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test