POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health Science

Latar Belakang: Prevalensi nyeri punggung pada ibu hamil di Indonesia berkisar antara 60% hingga 80%. Di Jawa Tengah mencapai 40%, dan di Semarang pada tahun 2021 sebesar 73,3%. Di Puskesmas Padangsari, sembilan dari sepuluh ibu yang mengalami nyeri punggung hanya mengandalkan istirahat untuk meredakannya. Hal ini mengindikasikan tingginya insiden nyeri punggung dengan solusi penanganan yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat effleurage dan pijat endorfin terhadap skala nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga. Metode: Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Sebanyak 30 ibu hamil (15 per kelompok) yang mengalami nyeri punggung di Puskesmas Padangsari pada 7-13 Januari 2023 menjadi sampel melalui purposive sampling dan formula Lemeshow. Kelompok eksperimen menerima kombinasi pijat effleurage dan endorfin, sedangkan kelompok kontrol melakukan teknik relaksasi napas dalam. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data meliputi univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji Wilcoxon untuk data tidak normal, uji t berpasangan untuk data normal, dan uji Mann-Whitney untuk perbedaan antar kelompok). Hasil: Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden kelompok eksperimen berusia 20-35 tahun (80,0%), primipara (53,3%), usia kehamilan 33-37 minggu (46,7%), dan ibu rumah tangga (73,3%). Pada kelompok kontrol, mayoritas berusia 20-35 tahun (86,7%), primipara (60,0%), usia kehamilan 28-32 minggu (80%), dan ibu rumah tangga (53,3%). Hasil analisis bivariat (uji Mann-Whitney) menunjukkan perbedaan signifikan pada penurunan skala nyeri punggung antara kelompok eksperimen dan kontrol, dengan nilai p sebesar 0,000. Diskusi: Kombinasi pijat effleurage dan pijat endorfin terbukti efektif mengurangi skala nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Padangsari, Kota Semarang. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menerima pijat kombinasi ini dengan kelompok yang menggunakan teknik relaksasi napas dalam. Oleh karena itu, disarankan agar kombinasi pijat effleurage dan endorfin dapat digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga.

Rata-rata delta skala nyeri pada kelompok eksperimen yang diberikan kombinasi pijat effleurage dan pijat endorfin adalah 2,27, secara signifikan lebih besar dibandingkan rata-rata delta 0,53 pada kelompok kontrol yang menggunakan teknik relaksasi napas dalam.Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat effleurage dan pijat endorfin memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan skala nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Padangsari, Kota Semarang (p=0,000).Oleh karena itu, kombinasi kedua pijat ini direkomendasikan sebagai intervensi untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga, dengan saran bagi penelitian lanjutan untuk mempertimbangkan desain eksperimen murni dan mengontrol faktor-faktor perancu yang relevan.

Penelitian selanjutnya dapat memperkaya pemahaman kita tentang efektivitas kombinasi pijat effleurage dan endorfin untuk nyeri punggung ibu hamil trimester ketiga. Pertama, penting untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari intervensi ini. Studi yang lebih panjang dapat melacak apakah manfaat pengurangan nyeri tetap bertahan hingga periode pascapartum atau memerlukan sesi lanjutan secara berkala, memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang durasi efektivitasnya. Kedua, mengingat perlunya solusi praktis, akan sangat bermanfaat untuk meneliti kelayakan dan efektivitas model pelaksanaan pijat yang berbeda. Misalnya, apakah pelatihan bagi suami atau anggota keluarga terdekat untuk memberikan pijat ini di rumah dapat sama efektifnya atau bahkan lebih baik dalam meningkatkan kenyamanan ibu, sambil juga memberdayakan keluarga dalam perawatan prenatal? Ini juga akan meningkatkan aksesibilitas pijat ini di luar fasilitas kesehatan. Terakhir, selain pengukuran skala nyeri, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh kombinasi pijat ini terhadap aspek psikologis ibu hamil. Mengingat nyeri punggung seringkali dibarengi dengan kecemasan atau gangguan tidur, apakah intervensi ini juga dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur, mengurangi tingkat stres, atau memperbaiki suasana hati secara keseluruhan pada ibu hamil? Dengan demikian, kita dapat memahami manfaat holistik dari intervensi ini, tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental ibu.

  1. SciELO Brazil - Quality of sleep in pregnant woman with low back pain Quality of sleep in pregnant woman... doi.org/10.1590/0103-5150.028.002.ao12SciELO Brazil Quality of sleep in pregnant woman with low back pain Quality of sleep in pregnant woman doi 10 1590 0103 5150 028 002 ao12
Read online
File size354.53 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test