ASIAASIA

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Kelompok Tani (Gapoktan) mengenai sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di Desa Cikole, Sumedang, guna mengatasi distribusi pupuk bersubsidi yang tidak merata akibat kesenjangan pengetahuan dan kapasitas. Tujuannya adalah memberdayakan Gapoktan agar petani dapat lebih mudah mengakses input pertanian penting. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melibatkan observasi lapangan, wawancara, dan sesi sosialisasi yang dipimpin oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama Unit Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat. Intervensi ini difokuskan pada klarifikasi peran dan tanggung jawab Gapoktan dalam proses RDKK. Kegiatan ini berhasil mentransfer pengetahuan tentang sistem RDKK, sehingga Gapoktan dapat mengambil tindakan langsung dalam mengelola kebutuhan pupuk mereka. Kelompok tani beralih dari penerima pasif menjadi peserta aktif dengan memperbarui dan memverifikasi data anggota dalam sistem e-RDKK.

Program KKN secara signifikan meningkatkan pemahaman dan rasa tanggung jawab Gapoktan terkait RDKK, serta mengoreksi kesalahpahaman bahwa pendaftaran semata-mata menjadi tugas penyuluh pertanian.Perubahan ini mendukung distribusi pupuk yang lebih akurat, adil, dan efisien, serta memperkuat kapasitas kelembagaan lokal dan ketahanan pangan.Kegiatan sosialisasi mampu mengubah kesadaran dan tindakan Gapoktan dari pasif menjadi proaktif dalam pengelolaan data e-RDKK.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas mekanisme pendampingan berkelanjutan oleh mahasiswa KKN dalam memastikan keakuratan dan pembaruan berkala data e-RDKK di tingkat kelompok tani, untuk melihat apakah intervensi satu kali cukup atau diperlukan pendampingan berkala. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai kesenjangan antara kebutuhan pupuk yang diajukan melalui RDKK dengan alokasi nyata dari pemerintah pusat, untuk memahami faktor-faktor struktural yang memengaruhi kesesuaian rencana dan realisasi distribusi pupuk bersubsidi. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi sistem administrasi desa dengan sistem e-RDKK, termasuk kendala teknis seperti aktivasi NIK dan konektivitas digital, untuk mengidentifikasi hambatan sistemik dalam pelaksanaan kebijakan pupuk bersubsidi secara efektif di tingkat lapangan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi ini dengan mengeksplorasi dimensi keberlanjutan, struktur kebijakan, dan kapasitas teknis yang memengaruhi keberhasilan program RDKK secara menyeluruh.

  1. Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung... doi.org/10.23960/jsp.vol6.no02.2024.204Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung doi 10 23960 jsp vol6 no02 2024 204
  2. Improving Understanding of the Definitive Group Needs Plan (RDKK) Through the Role of KKN in Cikole Village,... doi.org/10.32815/jpm.v6i2.2814Improving Understanding of the Definitive Group Needs Plan RDKK Through the Role of KKN in Cikole Village doi 10 32815 jpm v6i2 2814
Read online
File size341.33 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test