UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Pendahuluan: Layanan anestesi memiliki karakteristik kerja yang kompleks dan berisiko tinggi, yang dapat memengaruhi stres kerja pada tenaga kesehatan, termasuk perawat anestesi di ruang operasi. Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara karakteristik kerja dan individu dengan kejadian stres kerja pada perawat anestesi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada perawat anestesi di wilayah Jawa Barat yang merupakan anggota DPD IPAI JABAR (n = 765). Sampel berjumlah 88 orang dipilih dengan teknik sampling non‑probabilitas stratifikasi berdasarkan area kerja. Instrumen berupa kuesioner tentang karakteristik individu, karakteristik kerja, dan beban kerja menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI) yang disebarkan melalui formulir Google; analisis data menggunakan regresi chi‑square. Hasil: Rata‑rata skor stres kerja adalah 58,15 (minimum 23, maksimum 87) dengan kategori stres sedang sebesar 81,8 %. Karakteristik kerja yang berhubungan dengan stres kerja meliputi tipe rumah sakit (p = 0,003), lama kerja per hari (p = 0,016), dan ASA pasien (p = 0,013). Karakteristik individu yang berhubungan dengan stres kerja adalah usia (p = 0,002) dan lama kerja (p = 0,000). Kesimpulan: Perbedaan jam kerja, tipe rumah sakit, pola kerja, lama layanan, serta kurangnya seminar atau pendidikan mengenai manajemen stres di tempat kerja dapat memengaruhi tingkat stres kerja, sehingga diperlukan pemetaan kerja yang jelas guna optimalisasi kualitas layanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak perawat anestesi di Jawa Barat mengalami stres kerja tingkat sedang akibat variasi jam kerja, tipe rumah sakit, pola kerja, lama layanan, serta kurangnya pendidikan manajemen stres.Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perubahan kebijakan seperti penerapan sistem rotasi shift, penilaian kesehatan mental secara rutin, dan integrasi pendidikan manajemen stres ke dalam kurikulum perawat anestesi.Selanjutnya, penelitian lebih lanjut diperlukan, mencakup studi longitudinal untuk menilai efek intervensi, perbandingan antar wilayah Indonesia, serta studi kualitatif yang mengeksplorasi strategi coping pribadi perawat anestesi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan manajemen stres berbasis daring terhadap penurunan tingkat stres kerja perawat anestesi, dengan menggunakan desain eksperimen terkontrol secara acak. Selain itu, studi komparatif longitudinal antara rumah sakit negeri dan swasta di berbagai provinsi Indonesia dapat mengidentifikasi perbedaan faktor risiko stres kerja serta dampaknya pada kinerja klinis, sehingga memberikan dasar bagi kebijakan nasional. Selanjutnya, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat mengeksplorasi strategi coping pribadi perawat anestesi dalam menghadapi beban kerja tinggi, sehingga menghasilkan rekomendasi praktis yang kontekstual dan dapat diintegrasikan ke dalam program kesejahteraan tenaga kesehatan.

  1. Vol. 8 No. 4 (2021): Bali Medika Jurnal Vol 8 No 4 Desember 2021 | Bali Medika Jurnal. bali medika jurnal... doi.org/10.36376/bmj.v8i4Vol 8 No 4 2021 Bali Medika Jurnal Vol 8 No 4 Desember 2021 Bali Medika Jurnal bali medika jurnal doi 10 36376 bmj v8i4
  2. 0. acroform ocproperties ocgs endobj procset text imageb imagec imagei extgstate xobject annots mediabox... ijsr.net/archive/v13i1/SR24117111059.pdf0 acroform ocproperties ocgs endobj procset text imageb imagec imagei extgstate xobject annots mediabox ijsr archive v13i1 SR24117111059 pdf
  3. Compliance in Filling Surgical Safety Checklist at The Central Surgical Installation | Noprianty | JAI... ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/61515Compliance in Filling Surgical Safety Checklist at The Central Surgical Installation Noprianty JAI ejournal undip ac index php janesti article view 61515
Read online
File size361.42 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test