BINAMANDIRIBINAMANDIRI

Jurnal Manajemen Bisnis dan KeuanganJurnal Manajemen Bisnis dan Keuangan

Pertambangan batu bara merupakan elemen penting dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang menopang perekonomian Indonesia. Kendati demikian, batu bara merupakan SDA yang tidak terbarukan, sehingga perannya harus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh produksi batu bara terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai tolok ukur pembangunan SDM. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana kontribusi sektor pertambangan selama ini serta mengidentifikasi langkah-langkah yang masih dapat dilakukan guna mendorong peningkatan IPM. Dengan demikian, penelitian ini berupaya memastikan bahwa daerah penghasil batu bara dapat memiliki SDM yang unggul dan siap menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi pascatambang. Penelitian ini menggunakan variabel independen berupa produksi batu bara yang tercermin dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari lapangan usaha pertambangan batu bara dan lignit, serta variabel kontrol yang meliputi PDRB nonbatu bara, belanja pemerintah daerah fungsi ekonomi, belanja pemerintah daerah fungsi kesehatan, dan belanja pemerintah daerah bidang pendidikan. Sementara itu, IPM berperan sebagai variabel dependen. Dengan menggunakan data periode 2011-2020, penelitian ini menerapkan pendekatan regresi data panel dengan model estimasi Least Square Dummy Variable (LSDV). Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi batu bara berpengaruh negatif terhadap IPM, sementara PDRB nonbatu bara dan belanja daerah fungsi kesehatan berpengaruh positif terhadap IPM.

Pertama, PDRB Batubara Per Kapita berpengaruh negatif terhadap IPM di provinsi penghasil batubara.Kedua, PDRB Non-Batubara berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM.Ketiga, pengeluaran pemerintah daerah fungsi kesehatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai mekanisme tata kelola pertambangan batubara di tingkat daerah, termasuk efektivitas implementasi regulasi dan pengawasan, serta dampaknya terhadap alokasi dana bagi hasil (DBH) untuk pembangunan SDM. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi alternatif yang potensial dikembangkan di daerah penghasil batubara, sebagai upaya diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi pembangunan SDM di daerah penghasil batubara dengan daerah lain yang memiliki karakteristik serupa, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan pelajaran yang dapat diterapkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas SDM dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah penghasil batubara.

Read online
File size356.75 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test