STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanBabul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanAir susu ibu (ASI) mengandung kolostrum. Kolostrum adalah tahapan pertama ASI yang keluar dan menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara pengetahuan, pendidikan, usia, dan status gizi ibu nifas terhadap pemberian kolostrum. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional pendekatan cross sectional pada populasi ibu nifas primipara dan multipara dengan pengambilan sampel accidental sampling sebanyak 30 responden. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui wawancara terstruktur dengan responden menggunakan kuesioner, serta pengukuran fisik status gizi ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), pendidikan (p = 0,021), dan status gizi (p = 0,000) dengan pemberian kolostrum. Tidak terdapat hubungan usia ibu dan pemberian kolostrum (p = 0,231). Diharapkan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan edukasi tentang manfaat kolostrum pada ibu nifas sehingga pengetahuan ibu nifas dapat meningkat dan termotivasi dalam memberikan kolostrum pada bayi nya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, dan status gizi ibu nifas dengan pemberian kolostrum.Meskipun demikian, usia ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemberian kolostrum.Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi mengenai manfaat kolostrum dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta memberikan dukungan gizi yang optimal bagi ibu hamil dan menyusui.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan pengalaman ibu nifas terkait pemberian kolostrum, termasuk faktor-faktor budaya dan sosial yang memengaruhi. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak pemberian kolostrum terhadap tumbuh kembang bayi pada usia selanjutnya. Ketiga, intervensi edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan karakteristik sosial-budaya ibu nifas perlu diuji efektivitasnya dalam meningkatkan pemberian kolostrum dan praktik menyusui yang optimal. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pemberian kolostrum dan dikembangkan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
| File size | 333.67 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner GN-SBQ dan data laboratorium kadar kreatinin. Hasil menunjukkan seluruh responden merupakan perokok aktif,Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner GN-SBQ dan data laboratorium kadar kreatinin. Hasil menunjukkan seluruh responden merupakan perokok aktif,
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Terdapat penurunan skala nyeri dengan nilai nyeri pretest menunjukkan 9 responden mengalami nyeri ringan dan 9 responden lainnya nyeri sedang; setelahTerdapat penurunan skala nyeri dengan nilai nyeri pretest menunjukkan 9 responden mengalami nyeri ringan dan 9 responden lainnya nyeri sedang; setelah
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA 05). Recommendation: This study provides evidence that progressive muscle relaxation is an effective, safe, and simple non-pharmacological intervention05). Recommendation: This study provides evidence that progressive muscle relaxation is an effective, safe, and simple non-pharmacological intervention
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Peneliti menemukan bahwa persepsi pasien hemodialisa, kualitas hidup partisipan mulai membaik dengan adanya prosedur terapi hemodialisa. Hal ini dapatPeneliti menemukan bahwa persepsi pasien hemodialisa, kualitas hidup partisipan mulai membaik dengan adanya prosedur terapi hemodialisa. Hal ini dapat
PELNIPELNI Terdapat cara untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi, salah satu tindakan untuk menurunkan kecemasan dengan nonfarmakologiTerdapat cara untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi, salah satu tindakan untuk menurunkan kecemasan dengan nonfarmakologi
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Dunia kesehatan mulai memandang Penyakit Ginjal Kronik (PGK) sebagai emerging public health problem karena angka kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun.Dunia kesehatan mulai memandang Penyakit Ginjal Kronik (PGK) sebagai emerging public health problem karena angka kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun.
UMSBUMSB Pendahuluan: Kerusakan ginjal yang terjadi lama (menahun) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal menyaring darah, yang dibuktikan dari penurunan lajuPendahuluan: Kerusakan ginjal yang terjadi lama (menahun) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal menyaring darah, yang dibuktikan dari penurunan laju
UMSBUMSB Sampel penelitian sebanyak 55 remaja putri dengan teknik pengambilan instrument penelitian accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer,Sampel penelitian sebanyak 55 remaja putri dengan teknik pengambilan instrument penelitian accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer,
Useful /
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Pengetahuan dan perilaku dalam perawatan yang baik adalah faktor penentu dalam menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiPengetahuan dan perilaku dalam perawatan yang baik adalah faktor penentu dalam menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Peningkatan polutan udara seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2) dapat menyebabkan penyakit pernapasan kronis, penurunan fungsi paru-paru,Peningkatan polutan udara seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2) dapat menyebabkan penyakit pernapasan kronis, penurunan fungsi paru-paru,
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Instrumen ini terdiri dari 18 butir pernyataan (9 item pencegahan dan 9 item penularan) yang telah diuji validitasnya kepada 15 responden. Dengan nilaiInstrumen ini terdiri dari 18 butir pernyataan (9 item pencegahan dan 9 item penularan) yang telah diuji validitasnya kepada 15 responden. Dengan nilai
UMSBUMSB Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemilihan tempat persalinan pada masa pandemiHasil analisis bivariate menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemilihan tempat persalinan pada masa pandemi