UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 mengubah banyak aspek kehidupan anak, termasuk pola tidur yang merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dipercaya memberikan dampak positif pada kualitas tidur anak melalui kandungan bioaktifnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap kualitas tidur anak selama dan setelah pandemi COVID-19 di Samarinda. Metode: Penelitian ini menggunakan desain retrospektif komparatif dengan sampel 372 anak usia 0-2 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua dan pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Childrens Sleep Habits Questionnaire (CSHQ). Analisis data menggunakan uji Chi-square dan odds ratio (OR) untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur antara anak yang menerima ASI eksklusif dan yang tidak, pada masa pandemi dan pasca pandemi. Hasil: Selama pandemi, anak dengan ASI eksklusif memiliki peluang 7,22 kali lebih besar untuk memiliki kualitas tidur baik dibandingkan anak tanpa ASI eksklusif (p=0,00). Setelah pandemi, peluang ini menurun menjadi 1,45 dan tidak signifikan secara statistik (p=0,123). Hal ini menunjukkan pengaruh ASI eksklusif terhadap kualitas tidur anak lebih kuat pada masa pandemi dibandingkan pasca pandemi. Pemberian ASI eksklusif berperan penting dalam mendukung kualitas tidur anak pada masa krisis pandemi COVID-19, namun pengaruhnya berkurang seiring bertambahnya usia dan normalisasi pola hidup. Kesimpulan: Faktor lingkungan dan pola asuh menjadi penentu utama kualitas tidur anak setelah pandemi. Edukasi dan intervensi keperawatan perlu difokuskan pada pola pengasuhan dan manajemen rutinitas tidur anak pasca pandemi.

Pemberian ASI eksklusif terbukti berdampak positif terhadap kualitas tidur anak selama pandemi, namun pengaruhnya menurun setelah pandemi berakhir.Faktor lingkungan dan pola asuh menjadi penentu utama kualitas tidur anak seiring bertambahnya usia.Perlunya edukasi berkelanjutan kepada orang tua tentang pentingnya tidur yang sehat, manajemen penggunaan gawai, dan pengasuhan yang mendukung kualitas tidur anak.Selain itu, intervensi keperawatan anak perlu mencakup pendekatan holistik yang mempertimbangkan faktor psikososial keluarga di periode emas anak dan usia tahapan perkembangan selanjutntya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal yang menyelidiki efek jangka panjang pemberian ASI eksklusif terhadap kualitas tidur anak hingga usia prasekolah. Studi ini dapat mengukur perubahan kualitas tidur anak seiring bertambahnya usia dan pengaruh faktor lingkungan serta pola asuh. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi edukasi dan manajemen rutinitas tidur anak pasca pandemi, dengan mengukur efektivitas intervensi dalam meningkatkan kualitas tidur anak dan mengurangi dampak negatif dari gangguan tidur. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan kualitas tidur anak yang menerima ASI eksklusif dengan anak yang tidak, dengan mempertimbangkan faktor-faktor psikososial keluarga dan lingkungan rumah.

Read online
File size351.59 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test