POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Pemberian ASI perah (ASIP) merupakan salah satu upaya pendukung untuk mensukseskan pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian ASI perah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik keluarga maupun lingkungan sekitar. Peran kader kesehatan dapat membantu meningkatkan upaya pemberian ASI eksklusif melalui pemberian ASI Perah (ASIP) sehingga ibu menyusui tidak perlu menggantikan ASI dengan susu formula saat ada kegiatan diluar rumah maupun bekerja. Peningkatan ketrampilan kader dalam manajmen ASI perah dapat dilakukan dengan kegiatan pelatihan sehingga kader dapat melanjutkan informasi tentang manajemen ASIP kepada ibu menyusui di lingkungan masyarakat Dusun Awisari. Pelatihan diberikan dengan metode ceramah, diskusi kemudian demontrasi pengelolaan ASIP. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah peningkatan pemahaman dan ketrampilan pengelolaan ASIP serta kader kesehatan bisa melakukan penyuluhan dan pengelolaan ASIP bagi ibu di Dusun Awisari.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 11 bulan mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi dapat terlaksana dengan baik, kader kesehatan sangat antusias mengikuti tahap demi tahap dalam setiap kegiatan, ibu yang memiliki bayi usia 0 -6 bulan dan ibu yang sedang dalam masa kehamilan trimester 3 di wilayah Dusun awisari yang menjadi target konseling ASIP merasakan manfaat dari konseling manajemen laktasi dibuktikan dengan pertanyaan yang diajukan sebagai bukti rasa keingintahuan mereka.Akhir kegiatan ini dapat disimpulkan pelatihan manajemen ASIP pada kader kesehatan dan pendampingan pada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dan ibu yang sedang dalam masa kehamilan trimester yang menjadi target konseling ASIP tercapai 100%.Program pendeketan dan penyampaian informasi oleh kader kesehatan kepada ibu menyusui menjadi perpanjangan tangan dari program pemerintah demi tercapainya program ASI eksklusif dan pencegahan stunting serta seiring dengan label Dusun Awisari sebagai kampung KB, hal ini sesuai dengan penlitian dari Ristanti tentang pentingnya peran kader kesehatan dalam mendorong pemberian ASI di Masa Pandemi Covid-19.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak jangka panjang pelatihan kader kesehatan terhadap peningkatan pemberian ASI eksklusif di masyarakat. Selain itu, perlu dikaji efektivitas penggunaan teknologi digital dalam penyampaian materi manajemen ASIP kepada ibu menyusui, terutama bagi yang bekerja di luar rumah. Penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan keberhasilan implementasi ASIP, serta dampaknya terhadap kesehatan bayi. Dengan memperluas cakupan pelatihan ke seluruh ibu dan keluarga, serta memperkuat kerja sama dengan puskesmas, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap program ASI eksklusif secara berkelanjutan.

  1. Peran Kader dalam Mendorong Pemberian Asi Di Masa Pandemi Covid-19 | To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat.... doi.org/10.35914/tomaega.v4i1.474Peran Kader dalam Mendorong Pemberian Asi Di Masa Pandemi Covid 19 To Maega Jurnal Pengabdian Masyarakat doi 10 35914 tomaega v4i1 474
Read online
File size466.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test