UNHASAUNHASA

JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Risiko terjadinya phlebitis akan meningkat seiring dengan tindakan pemasangan infus yang kurang baik atau tidak mengacu pada SPO rumah sakit. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan perawat dalam pemasangan infus sesuai SPO dengan tanda-tanda phlebitis di Ruang 19 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Desain analitik korelasional dengan desain cohort. Responden sejumlah 44 pasien yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Responden perawat sejumlah 23 perawat di Ruang 19 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Data dikumpulkan dengan lembar observasi pemasangan infus dan visual infusion phlebitis score. Analisa data menggunakan uji Spearman Rho dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan sejumlah 38 pasien (86,4%) dilakukan pemasangan infus sesuai SPO. Sejumlah 37 pasien (84,1%) tidak mengalami tanda-tanda phlebitis. Hasil uji statistik Spearman Rho menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat dalam melakukan pemasangan infus sesuai SPO dengan tanda-tanda kejadian phlebitis di Ruang 19 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dengan nilai nilai p = 0,013 atau p < 0,05. Kesimpulan, kepatuhan perawat dalam melakukan pemasangan infus sesuai SPO berhubungan dengan tanda-tanda kejadian phlebitis. Disarankan bagi perawat untuk meningkatkan kepatuhan pemasangan infus sesuai SPO yang telah ditetapkan oleh rumah sakit untuk meminimalkan terjadinya phlebitis pada pasien selama rawat inap.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat dalam pemasangan infus sesuai SPO dengan tanda – tanda phlebitis dengan nilai p = 0,013 ( p < 0,05).

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam mengikuti SPO pemasangan infus. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara kepatuhan perawat dan kualitas perawatan pasien, serta dampak dari kepatuhan perawat terhadap hasil kesehatan pasien. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya phlebitis, seperti kondisi pasien, jenis infus, dan teknik pemasangan infus. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah phlebitis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien.

  1. Adoption and application in Italy of the principal guidelines and international recommendations on venous... doi.org/10.23736/S0026-4806.18.05552-0Adoption and application in Italy of the principal guidelines and international recommendations on venous doi 10 23736 S0026 4806 18 05552 0
  2. Journal of Infusion Nursing. journal infusion nursing journals.lww.com/journalofinfusionnursing/abstract/2015/05000/accepted_but_unacceptable__peripheral_iv_catheter.3.aspxJournal of Infusion Nursing journal infusion nursing journals lww journalofinfusionnursing abstract 2015 05000 accepted but unacceptable peripheral iv catheter 3 aspx
  3. Optimal Timing for Peripheral Intravenous Cannula Replacement. optimal timing peripheral intravenous... doi.org/10.2174/1874279301911010001Optimal Timing for Peripheral Intravenous Cannula Replacement optimal timing peripheral intravenous doi 10 2174 1874279301911010001
  4. Contributing Factors in Increasing Health Care Associated Infection (Hai’s) in Phlebitis Cases... doi.org/10.14710/nmjn.v5i1.10246Contributing Factors in Increasing Health Care Associated Infection HaiAos in Phlebitis Cases doi 10 14710 nmjn v5i1 10246
  1. #lembar observasi#lembar observasi
  2. #pola konsumsi#pola konsumsi
Read online
File size500.81 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2SU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test