LINKPUBLINKPUB

Journal of Mental HealthJournal of Mental Health

Latar Belakang: Faktor kognitif muncul pada penderita gagal ginjal karena pasien mungkin mengalami kelelahan psikis akibat pengobatan hemodialisis yang harus dilakukan seumur hidup. Penatalaksanaan kecemasan dapat dilakukan dengan beberapa terapi, termasuk terapi relaksasi Benson. Tujuan: menurunkan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa melalui terapi relaksasi benson. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deksriptif dengan one group pre-posttest design. Sampel pada 5 pasien gagal ginjal kronis di ruang Hemodialisa RSUD Dr Gondo Suwarno Ungaran. Instrument menggunakan Hamilton Rating Scale Anxiety (HRS-A) dengan 14 pertanyaan. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Tingkat kecemasan pada 5 pasien sebelum diberikan penerapan tindakan terapi benson didapatkan hasil nilai rata-rata berada pada tingkat kecemasan berat, setelah diberikan tindakan terapi benson selama 15-20 menit penerapan dilakukan hingga hari ke-2 didapatkan hasil sebagian besar pasien mengalami perubahan yaitu berada pada tingkat kecemasan ringan. Kesimpulan: Bagi pasien gagal ginjal menjalani hemodialisa yang mengalami kecemasan disarankan untuk melakukan terapi benson secara mandiri, untuk menurunkan kecemasan serta meningkatkan kenyamanan selama proses hemodialisa.

Ada penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan terapi relaksasi benson.Terapi relaksasi Benson dapat dilakukan sebelum atau selama proses hemodialisis guna meningkatkan kenyamanan dan ketenangan pasien selama menjalani prosedur.Pasien juga diharapkan mampu melakukan teknik relaksasi benson secara mandiri dan berkelanjutan, terutama saat mulai merasa cemas.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas terapi relaksasi Benson bila diterapkan secara berkelanjutan selama seluruh periode hemodialisis, bukan hanya dua sesi, untuk mengetahui dampaknya terhadap kecemasan jangka panjang pasien. Selanjutnya, studi komparatif antara terapi Benson dengan pendekatan psikologis lain, seperti terapi kognitif‑behavioral atau teknik relaksasi autogenik, dapat mengidentifikasi metode paling efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik. Selain itu, penelitian yang melibatkan sampel lebih besar dan variabel demografis seperti usia, tingkat pendidikan, dan status sosial‑ekonomi dapat mengevaluasi faktor‑faktor yang memoderasi respons terhadap terapi Benson, sehingga memungkinkan penyesuaian intervensi yang lebih personal. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi penggunaan aplikasi mobile yang memandu latihan Benson, untuk menilai kemudahan penggunaan dan kepatuhan pasien dalam praktik mandiri. Akhirnya, analisis biaya‑manfaat terapi Benson dibandingkan dengan intervensi farmakologis dapat memberikan dasar kebijakan bagi rumah sakit dalam mengalokasikan sumber daya kesehatan mental.

  1. LAMA PENGOBATAN HEMODIALIS BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK | Jurnal Mitra... doi.org/10.47522/jmk.v5i1.162LAMA PENGOBATAN HEMODIALIS BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Jurnal Mitra doi 10 47522 jmk v5i1 162
  2. EFEK RELAKSASI BENSON DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA | Jurnal Ilmiah Keperawatan... doi.org/10.26630/jkep.v16i1.1895EFEK RELAKSASI BENSON DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA Jurnal Ilmiah Keperawatan doi 10 26630 jkep v16i1 1895
  1. #provinsi jawa#provinsi jawa
  2. #pasien gagal ginjal#pasien gagal ginjal
Read online
File size168.9 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2LD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test