STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA

Proceeding of Mayapada International Nursing Conference (MINC)Proceeding of Mayapada International Nursing Conference (MINC)

Pengkajian tanda-tanda vital menggunakan metode skor peringatan dini (Early Warning Scoring/EWS) bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah kejadian Code Blue secara dini. Deteksi dilakukan melalui parameter seperti frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, pemberian oksigen, tekanan darah sistolik, nadi, kesadaran, dan suhu tubuh untuk mengidentifikasi perubahan atau penurunan kondisi pasien sebelum terjadi kegawatdaruratan. Meskipun protokol EWS belum optimal, kepatuhan terhadap pengkajian EWS sangat penting. Rendahnya kepatuhan terhadap prosedur EWS, khususnya dalam respons klinis, frekuensi pemantauan, dan kualitas pengukuran, menjadi salah satu kendala utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat terhadap pengkajian Early Warning Score (EWS) di Rumah Sakit X Bandung tahun 2025. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 51 perawat yang bekerja di ruang rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 responden (56,9%) memiliki motivasi tinggi dalam melakukan pengkajian EWS, 31 responden (60,8%) memiliki manajemen waktu efektif, 26 responden (51%) memiliki perilaku negatif, dan 30 responden (58,8%) tidak patuh terhadap pengkajian EWS. Uji statistik Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku dengan kepatuhan pengkajian EWS (p-value 0,25 > 0,05), namun terdapat hubungan signifikan antara manajemen waktu dengan kepatuhan pengkajian EWS (p-value 0,042 < 0,05) dan antara motivasi dengan kepatuhan pengkajian EWS (p-value 0,001 < 0,05). Hasil uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa manajemen waktu (p-value 0,05 < 0,05) dan motivasi (p-value 0,002 < 0,05) memiliki pengaruh terbesar terhadap kepatuhan pengkajian EWS.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dalam pengkajian EWS (p-value 0,001 < 0,05) serta antara manajemen waktu dengan kepatuhan dalam pengkajian EWS (p-value 0,042 < 0,05), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku dengan kepatuhan pengkajian EWS (p-value 0,25 > 0,05).Di antara variabel independen, motivasi terbukti paling berpengaruh terhadap kepatuhan perawat dalam pengkajian EWS (p = 0,002 < 0,05), diikuti oleh manajemen waktu (p = 0,054 < 0,05).Dengan demikian, peningkatan kepatuhan pengkajian EWS dapat dicapai melalui upaya penguatan motivasi internal dan eksternal serta peningkatan kompetensi manajemen waktu perawat.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh penerapan sistem feedback otomatis berbasis digital terhadap motivasi perawat dalam melakukan pengkajian EWS secara rutin, karena penelitian ini menunjukkan motivasi sebagai faktor paling dominan dalam kepatuhan. Kedua, perlu dikaji efektivitas pelatihan manajemen waktu yang terintegrasi dengan sistem penjadwalan tugas perawat berbasis shift dinamis untuk mengetahui dampaknya terhadap konsistensi pengisian EWS, terutama saat beban kerja tinggi. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang perbedaan kepatuhan pengkajian EWS antara perawat berpengalaman dan baru, serta bagaimana faktor usia, lama kerja, dan beban tugas memodulasi pengaruh motivasi dan manajemen waktu, mengingat penelitian ini tidak menelaah karakteristik demografi responden secara mendalam. Pendekatan-pendekatan ini dapat melengkapi temuan penelitian dengan memberikan insight lebih dalam tentang intervensi sistemik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan juga sebaiknya menggunakan pendekatan longitudinal untuk mengevaluasi perubahan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi motivasi atau pelatihan manajemen waktu. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi persepsi perawat terhadap beban kognitif saat mengisi EWS, karena hal ini mungkin menjadi penghambat tersembunyi meskipun manajemen waktu dan motivasi sudah baik. Dengan memahami aspek-aspek ini, rumah sakit dapat merancang strategi peningkatan kepatuhan yang lebih personal dan efektif.

  1. #pengaruh motivasi#pengaruh motivasi
  2. #tekanan darah#tekanan darah
Read online
File size202.68 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2M5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test