UNITRIUNITRI

BUANA SAINSBUANA SAINS

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan menganalisis potensi agrowisata Bukit Flora serta daerah pendukungnya; (2) menilai lingkungan internal dan eksternal agrowisata Bukit Flora dengan pendekatan SWOT untuk mengkategorikan faktor‑faktor menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman; serta (3) merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan kualitatif. Analisis deskriptif dipakai untuk menilai potensi agrowisata dan menentukan bobot faktor, sedangkan analisis kualitatif menggunakan matriks SWOT, IE, serta QSPM untuk menilai strategi pengembangan. Skor total IFE sebesar 2,56 dan EFE sebesar 2,30 menempatkan Bukit Flora pada sel V dalam matriks IE, menunjukkan posisi rata‑rata dengan respons sedang terhadap faktor‑faktor eksternal. Berdasarkan hasil SWOT, dirumuskan empat alternatif strategi (SO, WO, ST, WT) dan penilaian QSPM mengidentifikasi strategi ST sebagai yang paling menarik dengan total nilai 6,26.

Agrowisata Bukit Flora memiliki potensi yang signifikan sebagai usaha agrowisata, mencakup tiga dimensi utama.sesuatu yang dapat dilihat, dilakukan, dan dibeli.Analisis lingkungan internal menunjukkan kekuatan utama berupa status pionir, rekreasi edukatif, udara sejuk, harga paket terjangkau, paket outbond menarik, produk wisata unik, dan fasilitas waterboom, sementara lingkungan eksternal menawarkan peluang seperti belum adanya pesaing serupa, selera wisata berbasis lingkungan, tren kembali ke alam, dukungan lembaga keuangan, dan kebutuhan wisata.Berdasarkan matriks SWOT dan QSPM, strategi pengembangan yang paling menarik adalah strategi ST, diikuti oleh strategi WT dan SO.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi mobile atau platform media sosial, dapat meningkatkan promosi dan kepuasan pengunjung agrowisata Bukit Flora, dengan menguji dampak fitur reservasi daring dan ulasan online terhadap jumlah kunjungan; (2) mengkaji efektivitas program pelatihan sumber daya manusia bagi pengelola agrowisata dalam meningkatkan kualitas layanan, melalui studi eksperimen yang membandingkan kelompok yang menerima pelatihan dengan kelompok kontrol; dan (3) menilai potensi diversifikasi produk wisata berbasis ekowisata, misalnya integrasi kegiatan pertanian organik atau agroforestry, dengan melakukan survei persepsi masyarakat lokal dan pengunjung serta analisis manfaat ekonomi jangka panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi pengembangan berkelanjutan agrowisata Bukit Flora serta memberikan kontribusi akademik mengenai inovasi manajemen pariwisata pedesaan.

  1. #strategi pengembangan#strategi pengembangan
  2. #faktor eksternal#faktor eksternal
Read online
File size254.57 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2NT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test