CELEBESSCHOLARPGCELEBESSCHOLARPG

Journal of Social CommerceJournal of Social Commerce

Penggunaan berbagai indeks kemiskinan terkadang penuh dengan kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kemiskinan secara kuantitatif dan menguji ketahanan metrik kemiskinan. Diperlukan teknik sampel multistage untuk memilih rumah tangga pertanian yang representatif, yang kemudian diterapkan. Sebanyak 150 rumah tangga pedesaan disurvei menggunakan kuesioner. Dominasi stokastik dan pengukuran kemiskinan terberat Foster, Greer, dan Thorbecke digunakan dalam penelitian ini untuk menguji ketahanan dan sensitivitas pengukuran kemiskinan terberat terhadap perubahan garis kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian, kemungkinan, tingkat keparahan, dan kedalaman kemiskinan meningkat seiring bertambahnya usia dan ukuran keluarga. Distribusi sampling asimetris digunakan untuk menginfersikan apakah kemiskinan lebih besar di seluruh garis kemiskinan hipotetis dengan analisis dominasi stokastik. Ditemukan dominasi stokastik urutan pertama, dengan Fungsi Distribusi Kumulatif (CDF) rumah tangga yang dipimpin oleh orang berusia di atas 60 tahun terletak sepenuhnya di atas fungsi distribusi lainnya (CDF). Temuan menunjukkan bahwa CDF keluarga tunggal lebih rendah daripada CDF keluarga yang menikah. Pada tingkat kemiskinan apa pun, CDF keluarga dengan lebih dari 10 anggota keluarga secara stokastik mendominasi mereka dengan anggota keluarga yang lebih sedikit. Banyak rumah tangga akan diangkat dari kemiskinan jika inisiatif pengurangan kemiskinan ditargetkan pada mereka yang berusia di atas 60 tahun dan mereka yang memiliki keluarga besar.

Penilaian kuantitatif kemiskinan dan evaluasi ketahanan metrik kemiskinan terhadap perubahan garis kemiskinan dilakukan menggunakan pengukuran kemiskinan terberat FGT dan analisis dominasi stokastik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kemiskinan lebih tinggi pada rumah tangga dengan anggota keluarga berusia di atas 60 tahun dan lebih rendah pada keluarga berusia antara 20 dan 40 tahun.Frekuensi kemiskinan lebih tinggi pada keluarga yang menikah daripada keluarga yang tidak menikah.Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kemiskinan lebih tinggi pada rumah tangga dengan lebih dari satu anak.Kebijakan dan inisiatif pengurangan kemiskinan harus difokuskan pada populasi lansia serta rumah tangga dengan anggota keluarga yang banyak.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk fokus pada kebijakan dan inisiatif pengurangan kemiskinan yang ditargetkan pada populasi lansia dan rumah tangga dengan anggota keluarga yang banyak. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kemiskinan di antara rumah tangga pertanian, seperti akses terhadap sumber daya dan layanan, serta untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi kemiskinan di antara kelompok-kelompok ini. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak intervensi pengurangan kemiskinan yang telah diterapkan dan mengidentifikasi praktik terbaik untuk mengurangi kemiskinan di antara rumah tangga pertanian di Akwa Ibom State, Nigeria.

  1. Robustness of the Poverty Measures: Evidence from Farm Households in Akwa Ibom State, Nigeria | Journal... celebesscholarpg.com/index.php/jommerce/article/view/3Robustness of the Poverty Measures Evidence from Farm Households in Akwa Ibom State Nigeria Journal celebesscholarpg index php jommerce article view 3
  1. #pengurangan kemiskinan#pengurangan kemiskinan
  2. #pendapatan rumah tangga#pendapatan rumah tangga
Read online
File size488.62 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2Jm
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test