FIKES UMWFIKES UMW

Miracle Journal of Public HealthMiracle Journal of Public Health

Kecamatan Morosi merupakan salah satu kecamatan yang terletak di daerah pertambangan yang memiliki akses sanitasi jamban dan sumber air bersih masih rendah, dimana masyarakat masih banyak yang terkena diare berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian diare berulang pada masyarakat di daerah tambang Kecamatan Morosi. Jenis penelitian ini menggunakan studi Case-Control dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 310 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 152 sampel dimana 76 kasus dan 76 kontrol. Masyarakat diharapkan agar mampu dan mau meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan faktor risiko kejadian diare berulang secara komprehensif dan berkesinambungan.

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah diajukan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan kepemilikan jamban merupakan faktor risiko kejadian diare berulang di wilayah pertambangan Kecamatan Morosi.Status gizi bukan merupakan faktor risiko kejadian diare berulang di wilayah tambang Kecamatan Morosi, sumber air bersih merupakan faktor risiko kejadian diare berulang di wilayah tambang Kecamatan Morosi.Diharapkan bagi puskesmas dan aparat desa sebagai pemberi pelayanan kesehatan yang menghadapi masyarakat, agar hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengelola program pencegahan dan penanggulangan penyakit khususnya sebagai pertimbangan dalam penentuan strategi pencegahan dan penanggulangan kejadian diare.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis bakteri atau virus yang paling sering menjadi penyebab diare berulang di wilayah pertambangan Morosi, sehingga intervensi pencegahan dapat lebih tepat sasaran. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan perilaku masyarakat terkait kebersihan dan sanitasi, serta faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan kasus diare berulang dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor jangka panjang yang berkontribusi terhadap risiko tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai masalah diare berulang di wilayah pertambangan Morosi, sehingga dapat dirumuskan strategi pencegahan dan penanggulangan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih berpihak pada masyarakat yang rentan terhadap risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.

  1. #air bersih#air bersih
  2. #service quality#service quality
Read online
File size429.5 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2SR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test