WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Health Research Journal of IndonesiaHealth Research Journal of Indonesia

Pendahuluan: Pada masa kehamilan, gizi janin sangat tergantung pada ibu. Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil (LiLA <23,5 cm) berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Kurangnya hemoglobin dalam darah juga akan mempengaruhi asupan oksigen ke plasenta dan janin, yang meningkatkan kejadian kelahiran prematur dan BBLR. Tujuan: Mengetahui pengaruh Kurang Energi Kronik (KEK) dan anemia saat kehamilan terhadap berat badan bayi baru lahir di Puskesmas Sapala. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain retrospective case control study. Sampel bayi baru lahir tahun 2022 di wilayah kerja Puskesmas Sapala diambil dengan teknik non‑probability sampling. Sampel dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok BBLR dengan berat lahir < 2.500 gram, dan kelompok tidak BBLR, dengan perbandingan 1:1, masing‑masing 18 bayi. Data sekunder dianalisis menggunakan uji Chi‑Square. Hasil: Uji Chi‑Square menghasilkan p‑value 0,002 (p < 0,005) yang menunjukkan pengaruh signifikan antara KEK pada kehamilan dengan kejadian BBLR (Odds Ratio = 12,571). Simpulan: KEK pada kehamilan terbukti mempengaruhi berat badan bayi baru lahir dan meningkatkan risiko BBLR secara signifikan; anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan penurunan berat badan bayi baru lahir serta peningkatan risiko BBLR.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) pada kehamilan secara signifikan mempengaruhi berat badan bayi baru lahir dan meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah (BBLR) (p = 0,002).Selain itu, anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan penurunan berat badan bayi baru lahir serta peningkatan risiko BBLR, meskipun pengaruhnya tidak mencapai tingkat signifikansi statistik.Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi gizi dan suplementasi zat besi bagi ibu hamil untuk mengurangi kejadian BBLR.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kohort longitudinal untuk mengevaluasi dampak kunjungan antenatal care (ANC) dini serta konseling gizi terhadap kejadian KEK dan BBLR pada populasi ibu hamil di wilayah terpencil. Selanjutnya, uji coba terkontrol secara randomisasi dapat menilai efektivitas suplementasi protein kaya (misalnya perbandingan protein hewani versus nabati) pada ibu hamil dengan KEK dalam meningkatkan berat lahir bayi. Terakhir, penelitian campuran (mixed‑methods) dapat mengeksplorasi hambatan akses ANC di Puskesmas Sapala serta menguji intervensi berbasis komunitas, seperti program edukasi dan transportasi desa, untuk meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam layanan kesehatan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan dapat diperoleh bukti yang lebih kuat tentang strategi pencegahan BBLR yang dapat diimplementasikan secara praktis di daerah dengan sumber daya terbatas.

  1. Effect of nutritional status of pregnant women on birth weight of newborns at Butajira Referral Hospital,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/2050312119827096Effect of nutritional status of pregnant women on birth weight of newborns at Butajira Referral Hospital journals sagepub doi 10 1177 2050312119827096
  2. 0. h4ix uu sn ro figq uiga kyz rb 8n oh zqm4 kx sg rj 6o gm 75q7 zv 461m hj u17 ov6 ks zb 7r sh l9 s9nj... doi.org/10.3389/fnins.2018.009660 h4ix uu sn ro figq uiga kyz rb 8n oh zqm4 kx sg rj 6o gm 75q7 zv 461m hj u17 ov6 ks zb 7r sh l9 s9nj doi 10 3389 fnins 2018 00966
  1. #antenatal care#antenatal care
  2. #guided imagery#guided imagery
Read online
File size205.65 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2LB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test