HTPHTP
Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)Bayi berat lahir rendah (BBLR) di daerah pertanian dan pesisir memiliki masalah kesehatan yang berbeda sehingga mungkin memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Promosi kesehatan anak khususnya BBLR baik di tatanan pelayanan klinik ataupun komunitas yang tidak sesuai dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penentu pemenuhan kebutuhan perawatan BBLR berdasarkan perspektif keluarga di daerah pesisir dan pertanian. Penelitian observasional ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada anak dan ibu di daerah pesisir dan pertanian. Multistage random cluster sampling dengan aplikasi G*Power mendapatkan 193 partisipan yang dipilih dari setiap daerah, sehingga total sampel sebanyak 386. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda rerata dua wilayah. Hasil studi menunjukkan wilayah pertanian memiliki rerata lebih tinggi pada nilai perawatan BBLR, stres orang tua, dan pemberdayaan keluarga. Sedangkan wilayah pesisir memiliki rerata tinggi pada nilai kualitas hidup, kesiapan ibu merawat bayi, dan praktik keberagaman pangan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pesisir dan pertanian pada determinan pemenuhan kebutuhan BBLR terutama pada variabel kualitas hidup orang tua (p=0,000), stres orang tua (p=0,029), kesiapan ibu (p=0,000) dan pemberdayaan keluarga (p=0,000). Optimalisasi promosi kesehatan oleh perawat anak dalam lingkup pelayanan rumah sakit maupun komunitas dapat dilakukan dengan memberdayakan keluarga dan memperhatikan faktor stres pengasuhan, kesiapan merawat, kepercayaan diri, dan kualitas hidup orang tua.
Wilayah pertanian memiliki rerata lebih tinggi pada nilai perawatan BBLR, stres orang tua, dan pemberdayaan keluarga, sedangkan wilayah pesisir unggul dalam kualitas hidup orang tua, kesiapan ibu merawat bayi, dan praktik keberagaman pangan.Terdapat perbedaan signifikan pada determinan pemenuhan kebutuhan BBLR antara kedua wilayah, khususnya pada kualitas hidup orang tua, stres orang tua, kesiapan ibu, dan pemberdayaan keluarga.Faktor keluarga seperti kepercayaan diri ibu, stres pengasuhan, dan kualitas hidup dapat meningkatkan perawatan BBLR, dengan pemberdayaan keluarga yang sangat penting terutama pada keluarga besar.Optimalisasi promosi kesehatan oleh perawat anak di rumah sakit dan komunitas harus melalui pemberdayaan keluarga sambil memperhatikan stres, kesiapan, kepercayaan diri, dan kualitas hidup orang tua.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana intervensi pendidikan berbasis keluarga di wilayah pertanian mampu mengurangi tingkat stres orang tua dalam merawat bayi BBLR, dengan fokus pada pengukuran jangka panjang terhadap perubahan pola pengasuhan sehari-hari. Selain itu, studi selanjutnya di wilayah pesisir bisa menyelidiki pengaruh program peningkatan kualitas hidup orang tua terhadap kesiapan ibu dalam mempraktikkan keberagaman pangan untuk bayi BBLR, termasuk evaluasi dampaknya pada pertumbuhan fisik bayi hingga usia satu tahun. Akhirnya, penelitian komprehensif perbandingan antarwilayah dapat mengembangkan model pemberdayaan keluarga terintegrasi yang menggabungkan faktor stres dan kepercayaan diri ibu, untuk melihat efektivitasnya dalam mengoptimalkan perawatan BBLR secara berkelanjutan di komunitas pedesaan dan pesisir.
- Is the risk of low birth weight or preterm labor greater when maternal stress is experienced during pregnancy?... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0200594Is the risk of low birth weight or preterm labor greater when maternal stress is experienced during pregnancy journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0200594
- The Determinants of Low Birth Weight's Babies Care in Agriculture and Coastal Areas: Family Perspective... jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2211The Determinants of Low Birth Weights Babies Care in Agriculture and Coastal Areas Family Perspective jurnal htp ac index php keskom article view 2211
- Is the risk of low birth weight or preterm labor greater when maternal stress is experienced during pregnancy?... doi.org/10.1371/journal.pone.0200594Is the risk of low birth weight or preterm labor greater when maternal stress is experienced during pregnancy doi 10 1371 journal pone 0200594
| File size | 593.69 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNARUNAR Dan sebagian besar responden yang mengalami Hipotensi berjenis kelamin laki-laki berjumlah 38 (86,4%) dan sebagian besar responden yang tidak mengalamiDan sebagian besar responden yang mengalami Hipotensi berjenis kelamin laki-laki berjumlah 38 (86,4%) dan sebagian besar responden yang tidak mengalami
UMUM Peran yang lemah ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensiPeran yang lemah ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi
UNARUNAR Pengukuran gula darah puasa menunjukkan penurunan signifikan, yaitu 96 mg/dL pada Ny. Selain menurunkan kadar glukosa, terapi tersebut juga menstabilkanPengukuran gula darah puasa menunjukkan penurunan signifikan, yaitu 96 mg/dL pada Ny. Selain menurunkan kadar glukosa, terapi tersebut juga menstabilkan
UNARUNAR Tujuan penelitian ini adalah menganalisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-exsperimental. Populasi dalamTujuan penelitian ini adalah menganalisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-exsperimental. Populasi dalam
UNARUNAR 05. Dari penelitian ini yaitu ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kamonji. Dari penelitian ini05. Dari penelitian ini yaitu ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kamonji. Dari penelitian ini
UNARUNAR Pemilihan artikel dilakukan dengan penilaian PICO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang secara konsisten memengaruhi kejadianPemilihan artikel dilakukan dengan penilaian PICO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang secara konsisten memengaruhi kejadian
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam memberikan perawatan BBLR. StudiPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam memberikan perawatan BBLR. Studi
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Mayoritas Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berdasarkan derajatnya masuk kategori BBLR dengan berat badan bayi 1500-2499 gram yaitu sebanyak 67 bayi (89,33%).Mayoritas Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berdasarkan derajatnya masuk kategori BBLR dengan berat badan bayi 1500-2499 gram yaitu sebanyak 67 bayi (89,33%).
Useful /
HTPHTP Analisis multivariat menunjukkan jenis lantai sebagai faktor dominan (p=0. 007; Exp(B)=4. 718), disusul jenis plafon (p=0. 010; Exp(B)=0. 262). KesimpulanAnalisis multivariat menunjukkan jenis lantai sebagai faktor dominan (p=0. 007; Exp(B)=4. 718), disusul jenis plafon (p=0. 010; Exp(B)=0. 262). Kesimpulan
HTPHTP Standar pelaksanaan K3 sudah diterapkan, namun perlu peningkatan pada beberapa kegiatan yang belum optimal. Diperlukan indikator pencapaian dan analisisStandar pelaksanaan K3 sudah diterapkan, namun perlu peningkatan pada beberapa kegiatan yang belum optimal. Diperlukan indikator pencapaian dan analisis
UMUM Penelitian terdahulu yang telah dilakukan masih terbatas pada pembahasan pengaruh budaya tight-loose terhadap pola komunikasi keluarga, khususnya padaPenelitian terdahulu yang telah dilakukan masih terbatas pada pembahasan pengaruh budaya tight-loose terhadap pola komunikasi keluarga, khususnya pada
UMUM Analisis dengan model unidimensional menjadi tidak kompatibel atau tidak sesuai dengan model. Oleh karena itu, di masa depan, perlu mengembangkan instrumenAnalisis dengan model unidimensional menjadi tidak kompatibel atau tidak sesuai dengan model. Oleh karena itu, di masa depan, perlu mengembangkan instrumen