MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Stunting merupakan keadaan status gizi dinilai dengan berdasarkan indeks panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan z-score <-2 SD. Tujuan penelitian ini untuk mempermudah dan mempercepat dalam melaksanakan pengukuran Stunting sesuai berdasarkan dengan standar antropometri penilaian status gizi anak dengan menggunakan Automatic Stunting Meter. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi analitik eksperimen diperolah dengan cara Quasi experiment dan pengembangan atau lebih dikenal dengan Research and Development (R&D). Populasi balita umurnya 0 bulan sampai umur 24 bulan di wilayah Puskesmas Gampong Cot Bau Kecamatan Sukajaya Kota Sabang berjumlah 125 balita yang diambil merupakan anak balita berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dari hasil pengukuran antara manual dan otomatis dengan alat automatic stunting meter ada perbedaan secara signifikan durasi diantara 2 kelompok tersebut, rata-rata durasi pengukuran manual dengan waktu 62,69 detik sedangkan rata-rata durasi pengukuran otomatis dengan waktu 22,55 detik. Sedangkan pengukuran rata-rata status gizi pada balita presentase keberhasilan adalah 99,94 % dan terjadinya presentase error sebesar 0,05 %. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa sistem alat ukur stunting otomatis dengan metode antropometri berbasis arduino serta konektivitas antara perangkat lunak dengan perangkat keras dapat bekerja dengan baik serta durasi pengukuran lebih sedikit dibandingkan dengan manual.

Pengukuran stunting menggunakan alat otomatis menunjukkan durasi signifikan lebih singkat (22,55 detik) dibandingkan pengukuran manual (62,69 detik).Sistem menghasilkan akurasi tinggi dengan tingkat keberhasilan 99,94% dan tingkat error hanya 0,05%.Dengan demikian, alat ukur stunting berbasis Arduino berfungsi secara efektif dan dapat memberikan hasil status gizi balita secara cepat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak integrasi antarmuka aplikasi seluler dengan meter stunting berbasis Arduino terhadap adopsi pengguna dan akurasi pengukuran di antara petugas kesehatan komunitas; selanjutnya, evaluasi kinerja meter otomatis di beragam kondisi geografis, seperti pulau terpencil dan wilayah pegunungan, untuk menentukan penyesuaian kalibrasi yang diperlukan dalam kondisi lingkungan yang berbeda; terakhir, eksplorasi kombinasi meter otomatis dengan intervensi konseling gizi guna menilai apakah umpan balik pengukuran secara real‑time dapat meningkatkan kepatuhan orang tua terhadap rekomendasi pemberian makanan dan pada akhirnya menurunkan prevalensi stunting dalam kurun waktu enam bulan.

Read online
File size245.52 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test