MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis pada paru yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kasus dan kematian yang tinggi. Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan perilaku pencegahan tuberkulosis paru di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru, Kota Depok. Menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian : Studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang berdomisili di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok dengan sampel sebanyak 273 orang yang diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling di 4 RT, Analisis menggunakan uji Rank Spearman. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000; r=0,321) dan sikap (p=0,000; r=0,367) dengan perilaku pencegahan tuberkulosis paru. Pengetahuan dan sikap berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis paru.

Mayoritas responden (64,1%) adalah perempuan dewasa (86,1%) dengan mayoritas berpendidikan SMA/Sederajat dan bekerja sebagai wiraswasta.Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (67,8%) dan sikap positif (61,9%) terhadap pencegahan tuberkulosis paru.Analisis Spearman menunjukkan hubungan signifikan dan positif antara pengetahuan (r=0,633) serta sikap (r=0,479) dengan perilaku pencegahan tuberkulosis paru (p<0,001).

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi sejauh mana platform edukasi digital berbasis aplikasi seluler dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan tuberkulosis dibandingkan dengan pendekatan penyuluhan tatap muka tradisional di RW 01 Sawangan Baru. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal untuk meneliti peran relawan kesehatan masyarakat dalam mempertahankan sikap positif serta perilaku pencegahan tuberkulosis selama periode satu tahun setelah intervensi awal. Selain itu, penelitian dapat menguji efektivitas integrasi skrining tuberkulosis ke dalam layanan kesehatan primer, seperti posyandu dan layanan ibu‑anak, dalam meningkatkan deteksi dini dan kepatuhan pengobatan. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah bagi kebijakan lokal dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Metode kuantitatif campuran dengan desain eksperimental atau quasi‑eksperimental dapat diaplikasikan untuk mengukur perubahan pada variabel pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil yang diperoleh nantinya dapat menjadi dasar rekomendasi strategis bagi dinas kesehatan dan lembaga pendidikan setempat.

  1. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS... mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/40HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS mhjns widyagamahusada ac index php mhjns article view 40
  2. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Tuberkulosis Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Penyakit... journal.thamrin.ac.id/index.php/jikmht/article/view/1103Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Tuberkulosis Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Penyakit journal thamrin ac index php jikmht article view 1103
  3. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS DI... doi.org/10.33024/Jikk.V9i10.9871HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS DI doi 10 33024 Jikk V9i10 9871
Read online
File size235.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test