UNIBAUNIBA
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamLatar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah, diabetes mellitus dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya nefropati diabetik. Nefropati diabetik menyebabkan fungsi ginjal menurun sehingga kadar ureum dan kreatinin dalam darah meningkat sehingga bisa menyebabkan tekanan darah juga meningkat. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam pada bulan Februari. Teknik pengambilan yaitu Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 134 responden. Analisa Bivariat dilakukan untuk mengetahui Hubungan Kadar Ureum dan Kreatinin dengan Tekanan Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta dilakukan analisis dengan uji Spearman Rho yang berguna untuk mengetahui eratnya hubungan variabel satu dengan yang lain. Hasil: Dari uji statistik Spearman Rho, untuk kadar ureum dengan tekanan darah didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,349 dan p<0,05 yang berarti korelasinya lemah. Didapatkan juga kadar kreatinin dengan tekanan darah nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,47 dan (p<0,05) yang berarti korelasinya sedang. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara kadar ureum dan kreatinin dengan tekanan darah. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara kadar ureum dan kreatinin dengan tekanan darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar ureum dan kreatinin dengan tekanan darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam.Kadar ureum tinggi ditemukan pada 56,7% pasien, sementara kadar kreatinin tinggi pada 48,5%.Sebagian besar pasien (29,1%) mengalami hipertensi stadium 2.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara kadar ureum, kreatinin, dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2, termasuk peran faktor inflamasi dan disfungsi endotel. Kedua, penelitian prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini dan mengevaluasi dampak intervensi yang menargetkan pengendalian kadar ureum dan kreatinin terhadap pengendalian tekanan darah dan pencegahan komplikasi kardiovaskular. Ketiga, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko lain yang dapat memodulasi hubungan antara fungsi ginjal dan tekanan darah pada pasien diabetes, seperti usia, jenis kelamin, ras, dan durasi penyakit diabetes. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang patofisiologi hipertensi pada pasien diabetes dan membantu mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.
| File size | 379.27 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Berat badan lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang. Sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahirBerat badan lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang. Sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir
Q2LIIQ2LII Strategi perawatan efektif meliputi deteksi dini melalui ANC (antenatal care), edukasi gizi, pengendalian penyakit penyerta, manajemen medis sesuai kondisi,Strategi perawatan efektif meliputi deteksi dini melalui ANC (antenatal care), edukasi gizi, pengendalian penyakit penyerta, manajemen medis sesuai kondisi,
UPERTISUPERTIS Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan asap rokok pada ibu hamil secara signifikan meningkatkan risiko BBLR, sehingga diperlukan upaya pencegahan melaluiPenelitian ini menyimpulkan bahwa paparan asap rokok pada ibu hamil secara signifikan meningkatkan risiko BBLR, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Umur ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian asfiksia, sedangkan umur kehamilan preterm dan berat bayi lahir rendah berhubungan signifikan dengan asfiksia.Umur ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian asfiksia, sedangkan umur kehamilan preterm dan berat bayi lahir rendah berhubungan signifikan dengan asfiksia.
MARANATHAMARANATHA Sampel kasus menggunakan data primer yang diambil dari rekam medik dengan teknik pengambilan sampel whole sampling, sedangkan sampel kontrol menggunakanSampel kasus menggunakan data primer yang diambil dari rekam medik dengan teknik pengambilan sampel whole sampling, sedangkan sampel kontrol menggunakan
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Komplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi. Persentase kematian neonatal pada BBLRKomplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi. Persentase kematian neonatal pada BBLR
AKPERAKPER Hasil analisis mengungkapkan bahwa ibu dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) memiliki risiko terkena anemia 3,4 kali lebih tinggi dibandingkanHasil analisis mengungkapkan bahwa ibu dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) memiliki risiko terkena anemia 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan
CERICCERIC Tenaga kesehatan disarankan mengembangkan PMK untuk peningkatan status kesehatan ibu, juga tumbuh kembang bayi yang optimal. Perawatan metode kanguru yangTenaga kesehatan disarankan mengembangkan PMK untuk peningkatan status kesehatan ibu, juga tumbuh kembang bayi yang optimal. Perawatan metode kanguru yang
Useful /
UMMUMM Jumlah korban yang masih belum mendapatkan keadilan membuat perlindungan kepentingan korban, pelaku bertanggung jawab atas tindakannya dengan memberikanJumlah korban yang masih belum mendapatkan keadilan membuat perlindungan kepentingan korban, pelaku bertanggung jawab atas tindakannya dengan memberikan
MARANATHAMARANATHA Terdapat 60 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang terdiri dari 22 lansia yang menderita DM tipe 2 dan 38 lansia yang tidakTerdapat 60 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang terdiri dari 22 lansia yang menderita DM tipe 2 dan 38 lansia yang tidak
USNSJUSNSJ Penelitian ini merupakan quasi-eksperimen yang memberikan hasil dari tes lapangan kedua tentang bakteri penghancur selulosa dari mikrobiologi handout tanahPenelitian ini merupakan quasi-eksperimen yang memberikan hasil dari tes lapangan kedua tentang bakteri penghancur selulosa dari mikrobiologi handout tanah
JAYABAYAJAYABAYA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan bahan hukum yang diperlukanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan bahan hukum yang diperlukan