STIKESNHSTIKESNH

Diagnosis : Jurnal Ilmiah KesehatanDiagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan suatu kondisi dimana bayi yang lahir mempunyai berat yang rendah dan kurang dari normal. Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain faktor yaitu KEK, paritas, kunjungan ANC, umur, dan jarak kelahiran. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kekurangan energi kronik dan kunjungan ANC dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir Di Puskesmas Benteng Kota Palopo. Metode: penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu semua ibu nifas di yang berada di wilayah kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo berjumlah 100 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklist. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistic SPSS versi 26 dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kekurangan energi kronik dengan kejadian BBLR dengan nilai p value 0,000 (>0,05) dan tidak ada hubungan antara kunjungan ANC dengan kejadian BBLR dengan nilai p value 0,345 (<0,05). Kesimpulan BBLR dipengaruhi oleh KEK dan tidak dipengaruhi oleh kunjungan ANC.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir.Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara kunjungan antenatal care dengan kejadian BBLR.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap status gizi ibu selama kehamilan untuk mencegah kejadian BBLR.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik terkait KEK pada ibu hamil yang paling berkontribusi terhadap kejadian BBLR, seperti jenis makanan yang dikonsumsi, pola makan, dan akses terhadap layanan kesehatan gizi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran intervensi gizi yang ditargetkan pada ibu hamil dengan KEK untuk melihat apakah intervensi tersebut dapat secara efektif mengurangi risiko BBLR. Intervensi ini dapat berupa pemberian suplemen gizi, edukasi tentang pola makan sehat, dan pendampingan oleh ahli gizi. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk memahami lebih dalam mengapa kunjungan ANC tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR dalam penelitian ini. Hal ini dapat melibatkan evaluasi kualitas pelayanan ANC yang diberikan, kepatuhan ibu terhadap saran yang diberikan oleh tenaga kesehatan, dan faktor-faktor sosial budaya yang dapat mempengaruhi perilaku ibu dalam memanfaatkan layanan ANC. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR dan membantu dalam merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif.

Read online
File size449.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test