STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar belakang: Pekerja layanan kebersihan termasuk kelompok pekerjaan dengan potensi tinggi risiko ergonomis karena mayoritas aktivitasnya bersifat manual. Penelitian awal menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) menunjukkan bahwa semua pekerja layanan kebersihan yang disurvei (100%) melaporkan gejala gangguan muskuloskeletal (MSD). Tujuan: Menganalisis tingkat risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja layanan kebersihan di Integrated Facility Services. Metode: Penelitian deskriptif‑analitik dengan desain cross‑sectional dilakukan di Integrated Facility Services, Tangerang Selatan. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner NBM dan alat Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis data univariat dilakukan dengan aplikasi statistik komputer. Hasil: Dari 47 responden, 26 pekerja (55,3%) melaporkan tingkat keluhan MSD rendah, 19 pekerja (40,4%) tingkat sedang, dan 2 pekerja (4,3%) tingkat tinggi. Berdasarkan penilaian postur REBA, tiga pekerja berada pada risiko rendah, empat pada risiko sedang, dan dua pada risiko tinggi. Kesimpulan: Aktivitas penyapuan debu dan pembersihan toilet teridentifikasi sebagai tugas dengan risiko ergonomis tertinggi, terutama karena postur kerja yang tidak wajar. Temuan ini menekankan kebutuhan intervensi korektif segera serta perbaikan ergonomis untuk mengurangi risiko MSD pada pekerja layanan kebersihan.

Menurut hasil kuesioner Nordic Body Map, sebagian besar pekerja layanan kebersihan di Integrated Facility Services melaporkan keluhan MSD pada tingkat rendah dibandingkan tingkat sedang dan tinggi.Bagian tubuh yang paling sering mengalami nyeri parah meliputi lengan bawah, leher bagian atas, dan pergelangan tangan dengan nyeri ringan.Analisis risiko pada aktivitas menyapu debu dan membersihkan toilet menunjukkan tingkat risiko tinggi akibat postur kerja yang tidak ergonomis, sehingga memerlukan tindakan korektif segera.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan ergonomi berbasis praktik lapangan terhadap penurunan kejadian MSD pada pekerja kebersihan melalui desain studi longitudinal yang memantau perubahan gejala selama setidaknya enam bulan; selanjutnya, studi eksperimental dapat mengevaluasi dampak penggunaan peralatan bantu, seperti kursi penyesuaian tinggi dan alat pembersih yang dirancang ergonomis, terhadap postur kerja dan skor REBA pada tugas penyapuan debu dan pembersihan toilet; akhirnya, penelitian komparatif antar perusahaan layanan fasilitas dengan variasi beban kerja dan prosedur operasional dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memperparah atau mengurangi risiko MSD, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan standar ergonomi yang dapat diadopsi secara luas.

  1. Media Kesehatan Masyarakat. hubungan sikap keluhan operator spbu kupang kesehatan masyarakat skip main... doi.org/10.35508/mkm.v2i2.2853Media Kesehatan Masyarakat hubungan sikap keluhan operator spbu kupang kesehatan masyarakat skip main doi 10 35508 mkm v2i2 2853
  2. Gambaran Keluhan Nyeri Muskuloskeletal pada Tenaga Kebersihan di Universitas Islam Bandung Tahun 2020... journals.unisba.ac.id/index.php/JRK/article/view/318Gambaran Keluhan Nyeri Muskuloskeletal pada Tenaga Kebersihan di Universitas Islam Bandung Tahun 2020 journals unisba ac index php JRK article view 318
Read online
File size517.94 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test