STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik pengelolaan lingkungan pada tingkat mikro melalui perspektif berbasis gender. Penguatan peran gender dalam mengatasi perubahan iklim dapat dicapai dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang isu-isu lingkungan dan dampaknya yang terkait. Konsekuensi perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat seringkali diamati, terutama melalui kekeringan, ketersediaan pangan yang berkurang, dan akses terbatas ke air bersih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif untuk mendapatkan pemahaman holistik tentang fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan peran gender dalam keluarga menunjukkan tanggung jawab bersama orang tua, anak-anak, dan anggota masyarakat lainnya dalam membina stewardship lingkungan. Ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, serta model dan proses sistematis untuk pengelolaan dan pengendalian lingkungan, mendukung mitigasi perubahan iklim yang efektif. Mengatasi isu-isu kesehatan masyarakat dan lingkungan tetap menjadi prioritas penting untuk mencegah dampak luas dari tantangan terkait iklim.

Keterlibatan keluarga memainkan peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, yang menekankan pentingnya upaya kolaboratif di tingkat rumah tangga dan masyarakat.Penelitian ini menyoroti pentingnya praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan partisipatif, serta perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang lebih baik.Upaya mitigasi perubahan iklim harus dimulai dari tingkat mikro dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif dalam program-program lingkungan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai model pemberdayaan gender dalam konteks pengelolaan lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini dapat melibatkan studi komparatif yang membandingkan dampak program-program pemberdayaan gender yang berbeda terhadap perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dan konservasi sumber daya alam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan indikator-indikator yang lebih komprehensif untuk mengukur keberhasilan program-program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Indikator-indikator ini harus mencakup aspek-aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta mempertimbangkan perspektif gender. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung partisipasi masyarakat dalam program-program pengelolaan lingkungan, dengan fokus pada peran perempuan dan kelompok marginal lainnya. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang strategi-strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan memastikan keadilan gender dalam pengelolaan lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kebijakan dan program pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.

  1. Gender Empowerment Model in Environmental Management to Control Climate Change | Public Health of Indonesia.... doi.org/10.36685/phi.v11i3.1083Gender Empowerment Model in Environmental Management to Control Climate Change Public Health of Indonesia doi 10 36685 phi v11i3 1083
Read online
File size364.39 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test